Rabu, April 22, 2026

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}
Opini

Arunika, Sebuah Arogansi Pengusaha Juga Penguasa

INAPOS, – Arunika, tempat wisata yang menjadi pilihan bagi masyarakat saat akhir pekan atau libur panjang. Baik masyarakat Kuningan maupun dari luar Kuningan. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pada saat libur Hari Raya Idul Fitri 2025 lalu, 2600 orang datang mengunjungi Arunika dalam sehari.

Ribuan orang yang memadati Arunika tersebut, menjadi beban berat tanah dibawahnya dan posisi Arunika berada di pinggir tebing.

Beberapa waktu kebelakang, telah terjadi Longsor di wilayah Curug Cilengkrang dan posisi Curug Cilengkrang berada di bawah tebing yang diatasnya ada tempat wisata Arunika.

Arunika menjadi topik pembahasan akibat longsor Cilengkrang tersebut. Banyak pihak ikut komentar, sebagian menyampaikan Arunika menjadi sumber persoalan longsor dan sebagian mencoba membela bahwa bukan Arunika menjadi penyebab utama longsor.

Namun, dari banyaknya pihak berkomentar, pengusaha pemilik Arunika, H.Rokhmat Ardiyan yang juga seorang anggota DPR RI dari partai Gerindra, bungkam seribu bahasa.

Tidak ada pembelaan dari kubu Arunika atau Ardiyan, walau Ardiyan selalu hadir dalam setiap diskusi terkait bencana longsor Cilengkrang.

Berdasarkan catatan penulis, terjadi pertemuan pada Sabtu (24/05/2025) lalu di Balai Desa Pejambon,  Kec. Kramatmulya, Kab. Kuningan.  Ardiyan ikut hadir dalam pertemuan tersebut, namun tidak ada komentar dari dirinya membantah atau mengakui tudingan dalam pemberitaan.

Bahkan, dari informasi yang berhasil dihimpun, Longsor Cilengkrang akibat pipa PDAM yang bocor atau Longsor Cilengkrang akibat adanya Kotoran Hewan (Kohe) Sapi.

Akan tetapi, dari hasil pantauan penulis langsung ke lokasi dibawah tebing berdirinya Arunika, jelas bahwa longsoran diduga akibat buangan air dari wilayah lokasi Arunika.

Akhirnya, penulis berkesimpulan bahwa pemilik tempat wisata Arunika seorang pengusaha yang kini menjadi penguasa karena Ardiyan kini menjadi Bendahara Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, sedang menunjukkan argansinya. Hingga tidak ada satu kata pun yang keluar baik dari pihak manajemen atau pemilik langsung bahwa mengakui posisi Arunika serta meminta maaf kepada masyarakat.

Bukan dengan mendorong beberapa pihak agar menyampaikan pernyataan bahwa bukan Arunika penyebab utama longsor Corog Cilengkrang.

61 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *