Minggu, Maret 8, 2026

Sampah di TPS Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
DaerahPemerintah

Sampah Liar Menggunung di Jalan Lemahabang–Japura, Pemdes Desak TPS Berskala Besar

Cirebon, inapos.id — Tumpukan sampah liar yang berserakan di sepanjang ruas jalan Lemahabang–Japura, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, tak hanya mengganggu estetika dan kenyamanan warga, tetapi juga mengancam lingkungan sekitar. Masalah ini akhirnya memantik perhatian serius dari Pemerintah Desa Lemahabang.

Sekretaris Desa Lemahabang, Ahmad Halim, secara terbuka menyampaikan keresahan warganya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, persoalan sampah liar di jalur penghubung antar desa itu sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat solusi konkret dari pihak-pihak yang berwenang.

“TPS kami memang sudah lama ada dan beroperasi, tapi ukurannya kecil. Pengolahannya pun masih manual dengan sistem pembakaran. Sampah produktif seperti plastik dan botol bekas kami pilah dan dimanfaatkan oleh Karang Taruna,” ujarnya saat ditemui, Kamis (7/8/2025).

Ahmad Halim menjelaskan, keterbatasan anggaran desa menjadi penghambat utama dalam upaya peningkatan kapasitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada. Bahkan, untuk menyediakan tempat sampah skala kecil seperti drum plastik di tiap blok pemukiman pun, desa harus memutar otak.

“Kalau bisa, dibangun satu TPS besar di titik strategis, misalnya di perbatasan Lemahabang Kulon dan Lemahabang Wetan. Ini akan sangat membantu menampung sampah dari beberapa desa sekaligus agar tidak lagi berserakan di jalan,” tambahnya.

Usulan itu bukan tanpa alasan. Ahmad menilai, permasalahan sampah tidak bisa ditangani secara parsial. Dibutuhkan kerja sama lintas desa dan dukungan nyata dari pemerintah kabupaten agar penanganannya bisa lebih terintegrasi dan efektif.

“Kalau TPS dibangun gede dan memadai, sampah liar yang selama ini berserakan bisa dikondisikan dan tidak menimbulkan pencemaran,” tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, menyatakan pihaknya akan segera memberikan atensi khusus terhadap kondisi yang terjadi di Lemahabang. Ia menyebutkan, koordinasi dengan pemerintah desa akan segera dilakukan.

“Kami akan segera memberikan perhatian dan siap berkolaborasi dengan pemerintah desa maupun masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah liar,” ucap Dede saat dikonfirmasi.

Dede juga menekankan bahwa urusan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab desa, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari pemerintah kabupaten serta peran serta masyarakat.

“Kita akan cek langsung ke lokasi. Nantinya akan dibahas kemungkinan penempatan TPS terpadu yang bisa digunakan oleh beberapa desa sekaligus,” jelasnya.

Selain membangun fasilitas, DLH juga akan mendorong edukasi lingkungan agar warga memiliki kesadaran kolektif dan tidak lagi membuang sampah sembarangan.***(Din) 

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *