DaerahSosial

Warga di Bantaran Sungai Cipager Berharap Pihak Terkait Segera Realisasi Bronjong Pengaman

INAPOS-KABUPATEN CIREBON. Meski curah hujan dalam minggu ini berkurang, namun beberapa warga di lingkungan Kali Sungai Cipager itu masih merasakan Was-was.

Menurut sesepuh warga Blok Wanantara Mang Amad (80) pihaknya jika cuaca sudah mendung rapet selalu waspada menghimbau untuk tidak ada yang beraktivitas di sisi Sungai atau saluran sekunder pengairan karena dikhawatirkan alirannya deras dan menghanyutkan.

“Kita-kita berjaga jika cuaca sudah mendung apalagi sudah gerimis, kita waspada sekali, ” Ujar Amad pada INAPOS, Senin (1/12).

Karena biasanya, lanjut Mang Amad, kalau sdh jelang sore banyak yang mandi di aliran irigasi pengairan, “katanya.

Sementara menurut warga lainnya Abdul Jalil (72) menuturkan, kondisi bangunan yang tergerus itu berada di bagian selatan dan timur Masjid Maharesi Shidiq.

Masjid yang dibangun Tahun 1880 itu menurutnya sudah merupakan Cagar Budaya yang wajib dilindungi.

“Kalau sholat jumat itu banyak karena santri dari ketiga pondok pesantren disekitar masjid pada sholat jumat berjamaah disini, ujar Abdul Jalil yang juga merupakan marbot masjid Maharesi Shidiq Blok Wanantara Desa Kubang.

Saat ditanya apakah sudah ada petugas dari Dinas Pekerjaan Umum baik dari Propinsi Jawa Barat atau dari BBWS Cimancis yang meninjau lokasi, menurut sesepuh warga itu memang pernah ada dan menjanjikan akan segera diperbaiki bagian bawah masjid itu dengan buat bronjong permanen.

“Ada iya pernah ada petugas kesini dan turun kebawah dan bilangnya mau segera diberesin, tapi sampai sekarang belum ada yang datang lagi, ” Terang mereka pada INAPOS.

Kepala Desa Kubang Wawan Karyawan SH yang selalu stand by si lingkungan masjid itu berharap agar pihak-pihak terkait segera merealisakan harapan warganya, ini mumpung cuaca cerah dalam beberapa pekan mendatang, tapi kalau sudah turun hujan lagi ditambah nanti ada perayaan Imlek, kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian.

“Mumpung cuaca lagi bagus terang di pekan mendatang, segera saja direalisasikan, kalau tidak kasihan warga kami dilanda kecemasan jika hujan tiba, ” Tegas Wawan Karyawan yang menjabat Kuwu Kubang sampai tahun 2029 karena mendapatkan perpanjangan dia tahun.

Pihaknya masih menunggu keseriusan pihak-pihak terkait jika sampai Minggu kedua Bulan Desember ini tidak ada yang mau membereskan TPT yang longsor tergerus aliran sungai Cipager ini, saya akan laporkan langsung ke Gubernur Jawa Barat.

“Kita lihat saja nanti, saya akan bawa warga saya demo ke Lembur Pakuan, lapor soal ini, lah iya dong daripada warga kami cemas terus-terusan, ya terpaksa kami ngadu ke Bapa Aing KDM Gubernur Jawa Barat, ” Tegas Purnawirawan TNI AD bagian Intel Kodim 0620 Sumber Kab. Cirebon.

Perhitungan Kuwu secara tehnik pihaknya menilai anggaran yang dibutuhkan untuk pemasangan bronjong dan TPT di bagian Timur Masjid itu kurang lebih 2,5 Miliar.

Sementara untuk dibagian selatan 2,4 miliar.

“Kami tidak melihat nilai proyeknya tapi kami sangat berharap agar bangunan masjid bersejarah itu jangan sampai rubuh ditelan derasnya aliran sungai Cipager, itu karya sejarah peninggalan leluhur kami di Kubang dalam menyebarkan agama Islam di Cirebon khususnya dan Nusantara umumnya, “ujarnya.

Saat ditanya kalau KDM juga tidak tersedia anggarannya, pihaknya akan langsung ke Bapak Presiden Prabowo Subianto dan minta beliau turun ke lokasi.

Reporter : Toto S

Editor : Redaksi

5 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *