Beranda Ekonomi Kisah Aas Bangun Usaha Pakan Ternak di Cirebon, Serap 50 Karyawan dan...

Kisah Aas Bangun Usaha Pakan Ternak di Cirebon, Serap 50 Karyawan dan Pasarkan hingga Jawa Timur

0
4
Aktivitas pekerja pakan ternak di UD Revan Jaya.

Kisah Aas Bangun Usaha Pakan Ternak di Cirebon, Serap 50 Karyawan dan Pasarkan hingga Jawa Timur

INAPOS, CIREBON – Deru mesin terdengar bersahutan di sebuah gudang pengolahan di Jalan Ir. Soekarno, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Sejak pagi, puluhan pekerja tampak sibuk memilah dan mengolah sisa roti, makanan ringan, hingga berbagai produk sejenis yang kemudian disulap menjadi bahan baku pakan ternak.

Di balik aktivitas yang tak pernah sepi itu, ada kisah tentang tekad, kerja keras, dan keinginan sederhana untuk memberi manfaat bagi orang lain.

Adalah Aas, pemilik UD Revan Jaya, yang memulai usahanya pada tahun 2017 dengan keyakinan bahwa sebuah bisnis tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga harus mampu menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Kini, usaha yang dirintisnya telah berkembang dan menjadi tempat bergantung puluhan keluarga. Sekitar 50 orang bekerja di perusahaannya, mulai dari pekerja laki-laki hingga ibu-ibu yang terlibat dalam proses pengolahan bahan baku.

“Alhamdulillah, usaha ini bisa membantu keluarga dan masyarakat sekitar. Saat ini saya mempekerjakan sekitar 30 pekerja laki-laki. Selain itu, ada juga ibu-ibu yang bekerja mengolah bahan baku. Saya bersyukur usaha ini bisa menjadi tempat mencari nafkah bagi mereka,” ujar Aas saat ditemui di lokasi gudang pengolahannya, Jumat (26/6/2026).

Bagi Aas, menjaga kualitas merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Seluruh bahan baku yang masuk diseleksi terlebih dahulu agar tetap layak diolah menjadi bahan baku pakan ternak.

Ia memastikan tidak menerima bahan yang sudah rusak atau mengeluarkan bau karena dapat memengaruhi kualitas produk yang dihasilkan.

“Kalau bahan bakunya sudah bau tentu tidak kami terima. Kualitas menjadi prioritas karena hasil akhirnya akan digunakan sebagai bahan baku pakan ternak,” katanya.

Dari gudang sederhana di Desa Sampiran, hasil produksi UD Revan Jaya kini dipasarkan ke berbagai daerah. Jangkauan penjualannya terus meluas hingga Ponorogo, Surabaya, dan sejumlah kota lain di Jawa Timur sebagai pemasok bahan baku bagi industri pakan ternak.

Di tengah perkembangan usahanya, Aas mengaku sempat menghadapi sorotan akibat beredarnya informasi yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Namun, ia memilih tidak larut dalam polemik dan tetap fokus menjalankan usahanya.

“Saya hanya ingin terus bekerja dan membantu masyarakat. Mudah-mudahan usaha ini bisa menjadi contoh bahwa siapa pun bisa sukses jika mau berusaha dan tidak menyerah,” ungkapnya.

Bagi Aas, ukuran keberhasilan bukan semata besarnya omzet atau luasnya pasar. Ia percaya, nilai sebuah usaha juga diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan orang lain.

Harapan itu pula yang ingin ia wariskan kepada generasi muda. Menurutnya, tidak perlu takut memulai usaha dari bawah selama memiliki kemauan untuk belajar dan bekerja keras.

“Selama Allah masih memberikan umur dan rezeki, saya ingin terus membuka lapangan pekerjaan dan berbagi kepada masyarakat. Semoga usaha ini menjadi ladang ibadah sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya dan menciptakan pekerjaan bagi sesama,” pungkasnya.

Di sudut gudang itu, aktivitas produksi mungkin terlihat seperti rutinitas biasa. Namun, bagi puluhan pekerja yang setiap hari menggantungkan nafkahnya di sana, tempat itu adalah ruang harapan. Dari sisa-sisa produk yang diolah kembali, Aas membuktikan bahwa kerja keras dapat menghadirkan nilai ekonomi sekaligus membuka pintu rezeki bagi banyak orang.

Reporter : Didin

Editor : Tim Redaksi

Baca Juga:

Seorang Nenek Doakan Kapolresta Cirebon jadi Jendral dalam HUT Bhayangkara ke-80 di Polsek Waled

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini