Tokoh Cirebon Timur Desak Bupati Imron Pecat Kuwu Pasuruan, Dugaan Dana Desa Ludes hingga Polemik Istri Kuwu Viral
Tokoh Cirebon Timur Desak Bupati Imron Pecat Kuwu Pasuruan, Dugaan Dana Desa Ludes hingga Polemik Istri Kuwu Viral
Inapos.id, Kab. Cirebon – Polemik yang melibatkan akun Facebook Ratminah, yang diduga istri Kuwu Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, kian melebar. Tokoh masyarakat Cirebon Timur, Sudarto yang dikenal dengan sapaan Ki Gede Cirebon Timur, secara terbuka mendesak Bupati Cirebon Imron untuk mencabut SK dan memberhentikan Kuwu Pasuruan, menyusul dugaan penyalahgunaan anggaran desa serta kegaduhan yang ditimbulkan di media sosial.
Sudarto mengunggah postingan di media sosial Facebook dengan nama akun Ki Gede CirTim “Bpk Bupati IMRON…Saya Dapat Tlfn Dari EKO PABEDILAN..Tlg PECAT KUWU PASURUAN CABUT SK Nya…Di Duga ANGGARAN Desa Habis Ludes Buat Keperluan Pribadi Buat FOYA2 lstrinya SI RATMINAH…!!!”.
Yang artinya ” Bapak Bupati Imron, saya mendapat telepon dari Eko warga Pabedilan. Tolong pecat Kuwu Pasuruan cabut SKnya, diduga Anggaran Dana Desa (ADD) habis, ludes untuk keperluan pribadi, untuk foya-foya istrinya yakni Ratminah”
Postingannya tersebut bukan tanpa sebab, pihaknya ikut menyikapi kabar yang sedang viral di media sosial Facebook dengan nama akun Ratminah yang mengumbar polemik di warga net.
Darto atau yang biasa dikenal Ki Gede Cirebon Timur ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon pihaknya berencana akan melaporkan dugaan tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH).
“Kami akan melaporkan dugaan tersebut ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon,Inspektorat, dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon agar dilakukan tindaklanjut,” ujarnya. Sabtu (3/1/2026)
Meskipun akun FB Ratminah telah membuat klarifikasi di media sosialnya. Dalam unggahannya, Ratminah mengakui bahwa postingan yang ia buat telah menimbulkan kegaduhan dan memicu berbagai reaksi di ruang publik. Ia menyadari tulisannya memunculkan spekulasi serta membuat sejumlah pihak merasa tidak nyaman.
“Saya pemilik akun Ratminah, saya ingin menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas postingan saya yang sempat menyebut nama yang bersangkutan dan menimbulkan kegaduhan di media sosial,” tulis Ratminah dalam klarifikasinya.
Ratminah menegaskan tidak memiliki niat untuk menyudutkan, merendahkan, maupun merugikan nama baik pihak mana pun, termasuk Dede April sebagai publik figur. Ia mengakui kesalahan terjadi akibat ketidakhati-hatian dalam menyusun kata-kata.
“Kesalahan ini sepenuhnya karena ketidakhati-hatian saya dalam menyusun kata-kata, sehingga maksud yang ingin saya sampaikan menjadi berbeda dari yang seharusnya,” lanjutnya.
Dalam pernyataan tersebut, Ratminah juga menyampaikan rasa hormatnya kepada Dede April, baik sebagai pribadi maupun figur publik. Ia secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada Dede April, keluarga, para penggemar, serta pihak lain yang merasa terganggu akibat unggahan tersebut.
“Dari hati yang paling dalam, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Dede April, keluarga, serta para penggemarnya, dan kepada siapa pun yang merasa terganggu atas kejadian ini,” tulisnya.
Ratminah berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial ke depannya.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi penutup polemik yang sempat memanas di jagat media sosial terkait pelaksanaan konser Dede April di Desa Pasuruan, yang sebelumnya menyita perhatian publik lokal maupun penggemar sang penyanyi.
Berita sebelumnya, warganet ramai memperbincangkan akun FB Ratminah yang diduga istri dari Kuwu atau Kepala Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon tersebut karena etikanya yang dinilai kurang baik oleh warganet.
Polemik ini mencuat lantaran konser Dede April digelar di wilayah Desa Pasuruan, sementara Dede April sendiri diketahui merupakan warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya ketidakterimaan dari pihak tertentu.
Awalnya, akun Facebook Ratminah mengunggah status berbahasa Jawa atau Cirebon dengan nada emosional. Dalam unggahannya, Ratminah menulis “Sira sing olih hadiah mobil sira sing olih nama tenar kongkon isun sing repot sing diruwedi bagen dunyane isun blaratan ora kanggo ge ora pen diawur² sing ora jelas, mna nggo sing cangkem pada pinter ngomong bae kop jel ora ketekan april ge ora mati.”
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, unggahan tersebut bermakna “Kamu yang dapat hadiah mobil, kamu yang dapat nama tenar, tapi saya yang dibuat repot dan dipusingkan. Walaupun dunia (harta) saya banyak, tapi tidak akan dibuang-buang untuk yang tidak jelas. Sana untuk yang hanya pintar bicara saja, tidak kedatangan April juga tidak akan mati.”
Unggahan itu kemudian di screenshot dan diunggah ulang oleh akun Facebook Raihan Raffa, disertai narasi “Tanggapan bu kuwu Pasuruan. Ini beneran yang nanggepin seorang istri orang terpandang seperti ini? Rasanya pengen bopong April ke Kalibuntu.”
Unggahan ulang tersebut langsung memicu reaksi luas dari warganet. Sejumlah komentar muncul, sebagian besar bernada kritik keras terhadap sikap yang diduga ditunjukkan oleh istri pejabat desa.
Warga ada yang berkomentar untuk mempertimbangkan lokasi konser, seperti Akun Facebook Nunung menuliskan komentar “Jare kita ge apa lapangan Kalibuntu ge siap para panitiane bae pengene ning kono.” Yang jika diterjemahkan berarti “Kata saya juga apa lapangan Kalibuntu juga siap, panitianya saja yang maunya di sana.”
Komentar bernada lebih tajam disampaikan akun Ana Ade, yang menulis “Dadi bukuwu bae ucapane dunyane blaratan blaratan duwit tangsi, tangi duwite sapa rakyat lgka bersukure dadi bu kuwu.”
Artinya “Baru jadi istri kuwu saja ucapannya sudah kacau, seperti dunia berantakan dan uang tangsi. Padahal uang itu dari rakyat, tidak ada rasa syukur sebagai istri kuwu.”
Sementara itu, akun Oppa menilai sikap tersebut bertolak belakang dengan kebanggaan masyarakat terhadap Dede April. Ia menulis “Batur pada bangga ana putri Cirebon bisa mbanggakan Cirebon, eh malah pejabate ora trima hajatan wong Cirebon.” Yang berarti “Orang-orang bangga ada putri Cirebon yang membanggakan Cirebon, tapi justru pejabatnya tidak terima ada hajatan orang Cirebon.”
Komentar lain datang dari akun Nyi Loro Gambreng yang menyatakan “Siap kudu di demo, due kuwu cocote blaratan kaya tanggul bobol.” Atau dalam bahasa Indonesia “Sepertinya harus didemo, punya kuwu tapi mulutnya berantakan seperti tanggul jebol.”
Tak sedikit pula warganet yang mempertanyakan etika dan sikap seseorang yang diduga memiliki kedekatan dengan pejabat publik. Akun Ini Novila menulis
“Si Ratminah beneran istri pejabat Pasuruan ges? Ilok istri pejabat modelan mengko.” Yang berarti “Ratminah itu benar istri pejabat Pasuruan? Pantaskah istri pejabat bersikap seperti itu?”
Reporter : Didin
Editor : Tim Redaksi
