Minggu, Mei 10, 2026

Pemerintah Kota Cirebon terus mematangkan persiapan pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda Tahun 2026 yang akan digelar pada Minggu malam, 10 Mei 2026. Foto: Kris
DaerahSeni dan Budaya

Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kota Cirebon Siap Digelar, Kirab Budaya Libatkan 27 Kabupaten/Kota se-Jabar

INAPOS KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon terus mematangkan persiapan pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda Tahun 2026 yang akan digelar pada Minggu malam, 10 Mei 2026. Agenda budaya bertema “Nyuhun Buhun, Nata Nagara” itu akan menghadirkan Kirab Budaya besar yang melibatkan delegasi seni dan budaya dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, perangkat daerah terkait, serta tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kamis (7/5/26). Setelah rapat, rombongan juga melakukan survei lapangan di sejumlah titik rute kirab budaya.

Rapat membahas berbagai kesiapan teknis, mulai dari penentuan titik start, pengamanan, penataan kawasan, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi langkah penting agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tertata dengan baik.

“Kita sudah rapat kedua kalinya dengan Provinsi untuk mempersiapkan acara tanggal 10 malam nanti. Alhamdulillah pembahasan berjalan lancar dan hari ini langsung kita lanjutkan dengan meninjau lapangan bersama tim panitia,” ujarnya.

Menurut Edo, hasil survei lapangan akan menjadi dasar pembenahan sejumlah titik yang masih perlu diperbaiki sebelum hari pelaksanaan.

Ia menjelaskan, kawasan depan BAT atau Taman Pedati Gede telah disepakati sebagai titik start Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda karena dinilai paling representatif dan mendukung kelancaran acara.

Selain itu, Pemerintah Kota Cirebon juga akan melakukan penataan kawasan di sepanjang jalur kirab, termasuk membersihkan vandalisme di pintu toko dan tembok yang dilalui peserta.

“Beberapa coretan vandalisme nanti akan kita tertibkan. Pemerintah Kota akan mengeluarkan surat edaran melalui Pak Sekda agar pemilik toko dapat mengecat kembali bagian yang terkena coretan,” katanya.

Tak hanya itu, sejumlah titik jalan berlubang di rute kirab juga akan mendapatkan penanganan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Edo menambahkan, rute kirab yang sebagian besar melintasi kawasan satu arah dipastikan tidak akan terlalu mengganggu arus lalu lintas masyarakat. Penutupan jalan akan dilakukan secara situasional selama kirab berlangsung.

“Karena sebagian besar ruas jalan yang dilalui sudah satu arah, insyaallah tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas. Penutupan dilakukan sementara dan tetap mempertimbangkan kelancaran aktivitas masyarakat,” ungkapnya.

Dalam aspek pengamanan, Pemkot Cirebon akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, unsur Keraton, komunitas Macan Ali, Satpol PP, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Penataan pedagang kaki lima (PKL), spanduk liar, dan banner yang tidak layak juga akan dilakukan demi menjaga estetika kawasan budaya selama acara berlangsung.

Sementara itu, Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda 2026, Dedi Supandi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan budaya, tetapi menjadi simbol keterikatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat.

“Kegiatan ini bukan hanya kirab budaya, tetapi ada keterikatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota. Apa yang belum maksimal dilakukan daerah, nantinya bisa didukung oleh Provinsi,” ujarnya.

Menurut Dedi, momentum Milangkala Tatar Sunda juga diharapkan menjadi langkah awal revitalisasi kawasan bersejarah di Kota Cirebon, termasuk kawasan Kota Tua dan Alun-alun Kesultanan.

Ia berharap kawasan heritage di Kota Cirebon dapat ditata lebih baik melalui peningkatan penerangan jalan umum, trotoar, hingga penataan wajah kawasan budaya agar semakin menarik bagi wisatawan.

“Kita ingin kawasan Kota Tua Cirebon punya kesan yang hidup dan nyaman. Selain itu, revitalisasi kawasan Alun-alun Kesultanan juga direncanakan dilakukan pada tahun 2027 agar wajah Kota Cirebon semakin indah,” katanya.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda sendiri merupakan bagian dari napak tilas sejarah Mahkota Binokasih, simbol pemersatu dalam sejarah Tatar Sunda.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak kembali mengingat nilai-nilai persatuan, budaya, serta semangat membangun daerah bersama-sama.

Rangkaian kirab akan dimulai dari kawasan Pelabuhan atau BAT/Taman Pedati Gede menuju Alun-alun Sangkala Buana dengan jarak sekitar 2,1 kilometer.

Iring-iringan kirab akan menampilkan kuda tunggang, Kereta Kencana Mahkota Binokasih, hingga delegasi seni budaya dari seluruh daerah di Jawa Barat.

Di titik akhir kirab, para tamu VIP termasuk Gubernur Jawa Barat dijadwalkan menyaksikan pertunjukan budaya dari masing-masing daerah di panggung utama kawasan Alun-alun Kasepuhan.

Seluruh peserta kirab diwajibkan mengenakan pakaian adat dan atribut budaya sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi Sunda.

“Karena ini acara adat dan budaya, maka seluruh peserta harus menampilkan identitas budayanya dengan baik,” pungkas Dedi.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

63 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *