Senin, Mei 4, 2026

Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026. Foto: BPMI Setpres
HeadlineNasionalPemerintah

Presiden Prabowo Dorong Riset dan Inovasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia

INAPOS, JAKARTA.- Halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta menjadi saksi lahirnya sebuah pesan besar untuk masa depan bangsa.

Di hadapan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri serta swasta se-Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kampus kini memegang peran kunci dalam menentukan arah kemajuan ekonomi nasional melalui riset dan inovasi.

Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026, Kamis (15/1/26).

Di forum strategis itu, Presiden mendorong dunia akademik untuk lebih berani melahirkan terobosan sains dan teknologi yang langsung berdampak pada pembangunan industri dan peningkatan pendapatan negara.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan bahwa Presiden memandang riset dan inovasi sebagai fondasi utama kedaulatan ekonomi bangsa. Menurutnya, Prabowo bahkan menyebut ilmuwan dan inovator sebagai “pahlawan masa kini.”

“Dulu pahlawan adalah mereka yang mengangkat senjata melawan penjajah. Sekarang, pahlawan adalah mereka yang melahirkan inovasi dan terobosan untuk meningkatkan pendapatan negara,” ujar Brian mengutip pesan Presiden.

Di tengah tantangan global dan persaingan teknologi yang kian ketat, Presiden juga mengingatkan pentingnya persatuan dan kekompakan seluruh elemen bangsa, terutama di dunia pendidikan tinggi. Dengan penguasaan sains dan teknologi yang kuat, Indonesia diyakini mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju.

Presiden Prabowo menekankan bahwa riset tidak boleh berhenti di jurnal dan laboratorium, tetapi harus terhubung langsung dengan kebutuhan industri nasional.

“Riset dan teknologi harus berjalan beriringan dengan industri-industri yang memang dibutuhkan oleh bangsa kita,” tegasnya.

Dalam pandangan Presiden, para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk menjadi motor lahirnya industri-industri strategis berbasis sains dan teknologi.

Dari kampus-kampus inilah, kata Prabowo, akan tumbuh kekuatan baru yang mengangkat pendapatan negara dan memperkokoh kemandirian ekonomi Indonesia.

Momentum itu semakin terasa kuat dengan rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi. Presiden menyebut ini sebagai kesempatan emas bagi dunia kampus untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan nasional.

“Ini saatnya perguruan tinggi berkontribusi langsung bagi negara, melalui SDM unggul, riset, dan inovasi,” kata Brian menegaskan kembali arahan Presiden.

Sebagai wujud komitmen pemerintah, anggaran riset dan inovasi pun akan ditingkatkan hingga Rp4 triliun untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kebijakan ini menjadi bukti nyata bahwa negara menaruh harapan besar pada para peneliti, dosen, dan mahasiswa sebagai ujung tombak kemajuan bangsa.

Dengan visi tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya dikenal sebagai negeri kaya sumber daya alam, tetapi juga sebagai bangsa yang unggul dalam mengolahnya lewat ilmu pengetahuan dan inovasi anak negeri. Dari kampus, Indonesia diarahkan melangkah menuju masa depan yang lebih mandiri, berdaulat, dan sejahtera.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi Inapos

 

56 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *