PORSENITAS XIII dan Pameran Produk Unggulan Daerah Dibuka, Wali Kota Cirebon Tekankan Kolaborasi Regional
INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan (PORSENITAS) XIII serta Pameran Produk Unggulan Daerah KUNCI BERSAMA Tahun 2026 di Balai Kota Cirebon, Selasa (23/6/26) malam.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
PORSENITAS XIII diikuti oleh 10 daerah anggota KUNCI BERSAMA, yakni Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kota Banjar, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Indramayu.
Selain mempertandingkan berbagai cabang olahraga, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan kirab budaya, lomba pentas seni, serta pameran produk unggulan daerah yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh wilayah peserta.
Ketua Sekretariat Bersama KUNCI BERSAMA Periode 2025–2030 yang juga Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengajak seluruh peserta menjadikan ajang tersebut sebagai momentum memperkuat kerja sama dan persaudaraan antardaerah.
“Mari kita jadikan PORSENITAS dan pameran produk UMKM ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antar daerah, memperkuat jejaring, dan yang lebih penting memperkuat silaturahmi serta persahabatan,” ujarnya.
Dian juga mengingatkan seluruh atlet dan peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
“Ini adalah ajang untuk memperluas persaudaraan. Menang kalah adalah bagian dari perlombaan, tetapi persahabatan yang terjalin akan menjadi kenangan dan kekuatan yang jauh lebih berharga,” tuturnya.
Menurut Dian, pameran produk unggulan daerah memiliki makna penting karena menjadi cerminan perjuangan para pelaku UMKM, petani, pengrajin, dan pelaku ekonomi kreatif yang terus berkarya demi kemajuan daerah.
“Di balik setiap produk yang dipamerkan, tersimpan cerita panjang tentang kerja keras para pelaku UMKM, petani, pengrajin, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat yang tidak pernah lelah untuk berkarya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah daerah tidak hanya diukur dari sumber daya yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan nilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
“Masa depan dibangun melalui satu kata kunci, yakni kolaborasi,” tegas Dian.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa PORSENITAS bukan sekadar ajang kompetisi olahraga dan seni, melainkan sarana membangun paradigma baru dalam pembangunan kawasan berbasis kolaborasi.
“Melalui kegiatan ini, kita sedang membangun paradigma bahwa daerah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama melalui tata kelola kolaboratif,” ujar Edo.
Ia menjelaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan filosofi Kota Cirebon yang sejak awal lahir dari keberagaman. Menurutnya, istilah Caruban yang melekat pada Cirebon mencerminkan perpaduan berbagai latar belakang sosial dan budaya.
“Karena itu, batas wilayah administrasi tidak boleh menjadi pembatas sirkulasi ekonomi, gagasan, maupun pelayanan publik,” katanya.
Wali Kota menambahkan, keberhasilan suatu daerah tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih atlet, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam menggerakkan perekonomian lokal.
“Medali dan piala memang menjadi ukuran pembinaan keolahragaan. Namun prestasi yang sesungguhnya adalah bergeraknya roda ekonomi masyarakat secara riil. Itulah mengapa ajang olahraga dan seni ini sengaja kita integrasikan dengan Launching KUNCI BERSAMA Mall UMKM,” tuturnya.
Berdasarkan laporan panitia, PORSENITAS XIII mempertandingkan 14 cabang olahraga dengan total 45 nomor pertandingan yang diikuti oleh 818 atlet dari daerah anggota KUNCI BERSAMA. Sebanyak 366 medali diperebutkan dalam seluruh rangkaian pertandingan.
Sementara itu, Kirab Budaya dan Defile diikuti oleh 1.344 peserta dari 10 kabupaten dan kota anggota KUNCI BERSAMA. Lomba Pentas Seni juga menghadirkan perwakilan dari seluruh daerah peserta, sehingga semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan keberagaman budaya.
Menurut Edo, penyelenggaraan PORSENITAS yang bertepatan dengan Hari Jadi Cirebon ke-599 menjadi simbol penting bahwa pembangunan kawasan harus dilakukan secara bersama-sama dan saling mendukung.
“Kami meyakini Hari Jadi Cirebon tidak selayaknya hanya dirayakan secara eksklusif di dalam garis batas wilayah sendiri. Kehadiran para kepala daerah malam ini menunjukkan bahwa kemajuan sebuah daerah akan semakin kuat apabila dibangun melalui harmoni bersama daerah-daerah tetangganya,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin melalui KUNCI BERSAMA dapat terus berkembang ke berbagai sektor strategis, tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan PORSENITAS.
“Mari kita jadikan PORSENITAS XIII dan Pameran Produk Unggulan Daerah ini bukan hanya sebagai perayaan persahabatan, tetapi juga momentum menghadirkan kebijakan antar daerah yang lebih terukur, strategis, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat se-KUNCI BERSAMA,” katanya.
Kepada seluruh atlet dan peserta, Edo juga berpesan agar menjunjung tinggi kedisiplinan dan sportivitas selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Tunjukkan kedisiplinan dan sportivitas yang tinggi. Jadikan ajang ini sebagai wadah mempererat persaudaraan, meningkatkan prestasi, dan memperkuat semangat kebersamaan antardaerah,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disepakati bahwa penyelenggaraan PORSENITAS XIV dan Pameran Produk Unggulan Daerah KUNCI BERSAMA tahun berikutnya akan digelar di Kabupaten Cirebon sebagai tuan rumah.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi Inapos
