Rabu, Maret 25, 2026

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat menghadiri perayaan Cap Go Meh. Di Vihara Dewi Welas Asih. Foto: Kris
DaerahSeni dan Budaya

Hangatnya Malam Cap Go Meh 2577 di Kota Cirebon, Simbol Toleransi dan Kebersamaan

INAPOS, KOTA CIREBON.- Lampion-lampion merah bergantungan indah, tabuhan tambur barongsai menggema, dan senyum warga dari berbagai latar belakang menyatu dalam satu ruang kebersamaan.

Malam Kesenian Cap Go Meh 2577 di Vihara Dewi Welas Asih, Selasa (3/3/26), bukan sekadar perayaan budaya, tetapi potret nyata toleransi dan persaudaraan di Kota Cirebon.

Di tengah suasana penuh kehangatan itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, hadir menyapa warga dan tokoh lintas agama yang duduk berdampingan menikmati pertunjukan seni. Baginya, Cap Go Meh bukan hanya agenda tahunan, melainkan momentum memperkuat jalinan kebersamaan di kota pesisir yang sarat sejarah ini.

“Momentum ini adalah manifestasi identitas kita sebagai kota yang inklusif. Kita ingin setiap entitas budaya bisa mengekspresikan diri secara setara tanpa sekat perbedaan,” ujarnya.

Vihara Dewi Welas Asih yang berdiri kokoh sejak ratusan tahun silam kembali menjadi saksi harmoni masyarakat Cirebon. Di halaman vihara, anak-anak tampak antusias menyaksikan barongsai, sementara para orang tua berbincang hangat tanpa mempersoalkan latar belakang suku maupun agama.

Bagi Pemerintah Kota Cirebon, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan modal sosial yang harus dijaga. Kerukunan, menurut Wakil Wali Kota, adalah fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan. Tanpa harmoni, kebijakan sebaik apa pun akan sulit diwujudkan secara optimal.

“Kerukunan tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari komunikasi yang terus dijaga di ruang-ruang publik seperti malam ini,” tuturnya.

Perayaan Cap Go Meh 2577 juga menjadi pengingat bahwa Kota Cirebon adalah rumah bersama. Pemerintah berkomitmen memperkuat pembangunan partisipatif, termasuk menjaga kawasan cagar budaya sebagai ruang dialog antara warga dan pemerintah.

Dalam suasana penuh cahaya lampion, Wakil Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lelah menjaga kebersihan dan kerukunan. Ia berharap Kota Cirebon tetap menjadi destinasi wisata yang aman sekaligus tempat tinggal yang nyaman bagi siapa pun.

“Kami ingin Kota Cirebon menjadi destinasi yang aman bagi wisatawan dan rumah yang nyaman bagi seluruh warganya,” katanya.

Apresiasi pun diberikan kepada panitia dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan acara. Gotong royong yang tercermin dalam penyelenggaraan Malam Kesenian Cap Go Meh ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan masih hidup dan mengakar kuat.

Di penghujung acara, doa dan harapan terlantun agar persatuan yang terbangun pada malam itu terus menyala seperti lampion-lampion yang menghiasi vihara.

“Semoga semangat kebersamaan ini membawa kemajuan dan memperkokoh persatuan di Kota Cirebon,” pungkasnya.

62 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *