Minggu, April 19, 2026

Fahira Idris bersama Tokoh muda Rawa Belong, Muhamad Fauzi (Bang Ozzy) meninjau Festival Bandeng Rawa Belong 2026 di Jakarta Barat yang mengangkat harmoni budaya Betawi–Tionghoa serta menggerakkan UMKM warga. Nal
WisataNasional

Fahira Idris Hadiri Festival Bandeng Rawa Belong, Dorong UMKM RI

Inapos.id ,Jakarta – Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Ormas Bang Japar, Fahira Idris, menghadiri pembukaan Festival Bandeng Rawa Belong 2026 yang digelar di Pasar Bandeng Rawa Belong, Sabtu (14/2/2026).

Festival tahunan kebanggaan masyarakat Betawi ini kembali menampilkan perpaduan pelestarian tradisi, perayaan budaya, serta penguatan ekonomi lokal. Bagi Fahira, Festival Bandeng Rawa Belong bukan sekadar pesta rakyat atau ajang jual beli ikan bandeng, tetapi simbol kuat akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa yang telah lama membangun harmoni sosial di Jakarta.

“Festival Bandeng Rawa Belong adalah bukti bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga energi sosial yang menghidupkan kota. Tradisi nganter bandeng atau nyorog mencerminkan nilai penghormatan, kekeluargaan, dan silaturahmi yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Mengusung tema Harmoni Tradisi Betawi dan Tionghoa Menuju Jakarta Kota Global yang Berbudaya, festival ini menghadirkan beragam pertunjukan seni, mulai dari Palang Pintu, Ondel-ondel, manusia petasan, Gambang Kromong, Tanjidor, hingga Barongsai yang kental dengan nuansa Imlek.

Puluhan tenda UMKM juga meramaikan kawasan dengan kuliner khas Betawi serta produk lokal.

Menurut Fahira, festival berbasis tradisi lokal harus terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi kebudayaan menuju kota global. Kota global, kata dia, tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan investasi, tetapi juga kekuatan identitas budaya yang mampu menjadi daya tarik wisata serta kebanggaan warga.

“Identitas budaya yang hidup akan menjadi diferensiasi Jakarta di mata dunia,” tegasnya.

Selain memperkuat identitas budaya, Fahira menekankan dampak ekonomi festival yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran pedagang bandeng dan pelaku UMKM dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal secara signifikan.

“Festival ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga. UMKM tumbuh, pedagang bandeng merasakan berkah, dan kawasan Rawa Belong menjadi pusat aktivitas masyarakat,” ungkapnya.

Ke depan, ia berharap festival ini terintegrasi dalam kalender pariwisata resmi Jakarta, diperkuat promosi digital, serta dikemas lebih inklusif agar menjangkau generasi muda. Kolaborasi lintas sektor—termasuk komunitas kreatif dan pelaku ekonomi digital—juga dinilai penting agar festival tetap adaptif tanpa kehilangan akar tradisinya.

Festival Bandeng Rawa Belong 2026 secara resmi dibuka Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026. Kehadiran gubernur disambut antusias warga, pedagang bandeng, serta tokoh masyarakat, diiringi berbagai atraksi budaya Betawi bernuansa perayaan Tahun Baru Imlek.

Tokoh muda Rawa Belong, Muhamad Fauzi yang akrab disapa Bang Ozzy mengungkapkan, rasa syukur karena festival ini telah menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia berharap penyelenggaraan berikutnya semakin meriah, terkonsep lebih baik, dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat setempat.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dengan mengedepankan budaya lokal. Kami juga mengingatkan bahwa Kelurahan Sukabumi Utara telah menjadi destinasi wisata Rawa Belong,” ujarnya.

Fahira menegaskan, festival budaya seperti ini harus terus dirawat dan dikembangkan. “Ketika budaya kuat dan ekonomi warga bergerak, Jakarta tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berkarakter dan berjiwa,” pungkasnya.

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *