Rabu, Maret 25, 2026

Peresmian Jembatan Gantung Babakan Losari Lor, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon.
DaerahPemerintah

Jembatan Gantung Babakan Losari Lor Diresmikan, Warga Kini Tak Perlu Tempuh 30 Menit Perjalanan

Cirebon, inapos.id – Harapan warga untuk memiliki akses cepat antar dua desa di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah akhirnya terwujud. Sabtu (23/8/2025), Jembatan Gantung Babakan Losari Lor diresmikan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Jembatan gantung yang membentang di atas perbatasan sungai tersebut menghubungkan Desa Babakan Losari Lor, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dengan Desa Babakan Losari, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dengan kehadiran jembatan ini, masyarakat tak lagi harus menempuh perjalanan berputar hingga 8 kilometer. Jika sebelumnya waktu tempuh mencapai 30 menit, kini cukup lima menit dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua.

Perwakilan DJBM, Rina Kumala Sari, menjelaskan bahwa jembatan ini memiliki total panjang 230 meter dengan lebar 1,8 meter. Jembatan hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki, bukan kendaraan roda empat.

“Jembatan ini dibangun melalui program RIC 2024–2025 dengan dana APBN sebesar Rp13,8 miliar. Kehadirannya memang ditujukan untuk mempermudah akses masyarakat, baik untuk sekolah, bekerja, maupun distribusi hasil pertanian dan peternakan,” jelas Rina.

Menurutnya, manfaat jembatan langsung dirasakan warga sekitar. Selain memangkas waktu tempuh, jembatan juga menjadi jalur penting untuk menghubungkan dua kabupaten dan dua provinsi sekaligus.

“Biasanya warga menempuh 8 kilometer dengan waktu 30 menit. Sekarang, alhamdulillah, mereka tinggal menyeberang lima menit. Ini betul-betul mempermudah akses,” katanya.

Meski begitu, pihak DJBM juga memberikan sejumlah pesan penting agar jembatan ini digunakan secara tertib dan aman. Rina mengingatkan bahwa kapasitas jembatan hanya untuk 40 orang sekali jalan, serta tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda empat.

“Masyarakat kami harap tertib. Anak-anak yang menyeberang sebaiknya dikawal orang tua. Jangan bersandar di tali jembatan, jangan menyeberang saat hujan deras atau banjir, dan yang paling penting jangan sampai ada baut yang dilepas atau jembatan dicoret-coret,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan jembatan agar nyaman digunakan bersama. Ke depan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengamanan tebing di sekitar area jembatan.

Bupati Imron mengapresiasi pembangunan jembatan gantung ini. Menurutnya, keberadaan jembatan bukan hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga menjadi urat nadi baru bagi perekonomian warga di perbatasan.

“Terima kasih kepada Kementerian PU dan DPR RI. Jembatan ini sangat membantu masyarakat. Dengan adanya jembatan ini, yang tadinya warga harus menempuh perjalanan selama 30 menit, sekarang hanya lima menit,” ujar Imron.

Ia juga berpesan agar masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan agar fungsinya bisa bertahan lama. “Kami menghimbau kepada masyarakat sama-sama menjaga dan merawat jembatan ini agar bertahan lama,” tambahnya.

Dengan adanya jembatan gantung Babakan Losari Lor, kini masyarakat tidak hanya lebih mudah menjangkau sekolah dan tempat kerja, tetapi juga mendapatkan akses yang lebih aman dan efisien.

“Yang terpenting sekarang adalah menjaga bersama. Karena jembatan ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk anak cucu kita nanti,” pungkas Bupati Imron.

Pj Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, Tomi Hendrawan menyampaikan proyek jembatan gantung tersebut termasuk proyek multiyears yang pelaksanaannya dimulai sejak bulan November 2024 hingga Juni 2025.

“Jembatan ini sudah diserahterimakan per tanggal 26 Juni 2025. Adapun jembatan ini masih tanggungjawab penyedia jasa yakni CV Ilham Jaya selama 180 hari terhitung sejak diserahterimakan, setelah itu tanggungjawab Pemda Kabupaten Cirebon untuk pemeliharaannya,” ujarnya.

Tomi menyampaikan akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan setempat untuk penertiban lahan parkir, karena jembatan ini sering digunakan masyarakat untuk berswafoto dan objek wisata masyarakat pada hari Sabtu dan Minggu.

“Jembatan ini sering digunakan masyarakat untuk berswafoto, Kami akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan untuk penempatan area parkirnya agar tidak mengganggu lalulintas,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah mengatakan siap membantu penertiban lahan parkir, mengingat jembatan ini sering digunakan masyarakat untuk berswafoto dan objek wisata.

“Kami akan membantu dalam penertiban lahan parkir, karena jembatan baru ini sering digunakan masyarakat untuk berswafoto,” tuturnya.***(Din) 

55 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *