Minggu, Maret 29, 2026

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri acara kebudayaan “Lestari Warisan Betawiku” di Balai Kota DKI Jakarta. Agus/Hms
PemerintahDaerah

Pramono Anung Tegaskan Komitmen Budaya Betawi Jadi Wajah Utama Jakarta

INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk menjadikan budaya Betawi sebagai budaya utama di ibu kota, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara kebudayaan “Lestari Warisan Betawiku” di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/8/25).

“Bagi saya, tantangan paling utama adalah bagaimana budaya Betawi sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 benar-benar bisa tumbuh berkembang dan menjadi budaya utama Jakarta,” ujar Pramono.

Meski dirinya berasal dari Jawa, Pramono menegaskan pemerintahannya akan memprioritaskan pelestarian budaya Betawi. Salah satu contohnya, dalam pelantikan pejabat eselon II, ia mewajibkan penggunaan sarung sebagai bagian dari pakaian adat Betawi.

“Untuk membuat Jakarta betul-betul berwajah Betawi, itu tidak boleh setengah hati,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono menyampaikan akan segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai Lembaga Adat Betawi. Menurutnya, hingga kini Betawi menjadi satu-satunya suku besar di Indonesia yang belum memiliki lembaga adat resmi.

“Untuk itu, harus ada lembaga adat yang mengatur dan menjaga tradisi Betawi,” tambahnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan Benyamin Sueb Award sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh-tokoh Betawi yang berjasa dalam pelestarian budaya.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyinggung pentingnya memperjuangkan kebaya encim khas Betawi agar diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda dunia. “Saya mengusulkan kebaya encim khas Betawi Jakarta. Karena hanya di sini kebaya itu tumbuh dominan, tidak mungkin di Singapura atau Malaysia,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Kebaya Jakarta, Happy Djarot, menyampaikan bahwa acara Lestari Warisan Betawiku bukan sekadar perayaan, melainkan juga gerakan nyata untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia, khususnya Betawi.

“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pelaku seni, tetapi seluruh masyarakat. Kami berharap acara ini menjadi momentum merawat dan memperkenalkan budaya Betawi kepada generasi mendatang,” ujar Happy.

Acara yang digelar oleh Komunitas Kebaya Jakarta bersama Yayasan Jakarta Raya Bahagia ini menampilkan beragam kekayaan budaya Betawi, mulai dari tari, lenong, musik tradisional, kuliner khas, hingga peragaan kebaya encim. Selain itu, apresiasi diberikan kepada para budayawan dan sanggar budaya yang selama ini konsisten menjaga tradisi.

Dengan dukungan pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat, Lestari Warisan Betawiku diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya meriah, tetapi juga berdampak nyata bagi keberlangsungan budaya Indonesia di tengah arus modernisasi.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi Inapos 

 

4 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *