Beranda Politik dr Encep Warning Pemda Subang: Jangan Kecolongan Rekrutmen Tenaga Kerja BYD dan...

dr Encep Warning Pemda Subang: Jangan Kecolongan Rekrutmen Tenaga Kerja BYD dan VinFast

0
7

INAPOS, SUBANG.- Anggota DPRD Jawa Barat, Encep Sugiana, menyoroti pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal dalam investasi besar yang saat ini tengah berkembang di Kabupaten Subang, khususnya pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Cipeundeuy dan VinFast di Padaasih, Cibogo.

 

Menurut dr Encep, kehadiran dua perusahaan otomotif besar tersebut harus menjadi momentum untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Subang maupun Jawa Barat.

 

“Sekarang memang kedua perusahaan itu masih dalam proses pembangunan, sehingga belum melakukan rekrutmen besar-besaran. Tetapi pemerintah daerah harus mulai menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut,” ujar dr Encep pada Sabtu 16 Mei 2026.

 

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Subang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menjalin koordinasi dan komunikasi yang intens dengan pihak perusahaan agar tenaga kerja lokal benar-benar menjadi prioritas utama dalam proses perekrutan.

 

“Jangan sampai investasi besar masuk ke Jawa Barat, khususnya Subang, tetapi tidak berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Kalau itu terjadi, maka keberadaan investasi ini tidak akan memperbaiki angka pengangguran di Jawa Barat maupun di Subang,” katanya.

 

dr Encep juga mendorong adanya pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan industri kendaraan listrik. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi langkah penting agar masyarakat lokal mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan perusahaan.

 

“Kita juga tidak boleh tinggal diam. SDM di Subang dan Jawa Barat harus terus ditingkatkan kualitasnya, dibekali keterampilan yang memang dibutuhkan di lapangan pekerjaan, termasuk kebutuhan industri di BYD dan VinFast,” ungkapnya.

 

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak kecolongan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Karena itu, pengawasan dari Dinas Ketenagakerjaan baik tingkat kabupaten maupun provinsi harus dilakukan secara intensif.

 

“Jangan sampai tiba-tiba perusahaan merekrut tenaga kerja dari berbagai daerah sementara masyarakat lokal malah tertinggal. Ini perlu pengawasan serius dari dinas terkait agar rekrutmen benar-benar memperhatikan tenaga kerja lokal,” tegasnya.

 

Selain penyerapan tenaga kerja, dr Encep juga berharap keberadaan dua perusahaan besar tersebut mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui kerja sama dengan pelaku usaha lokal dan UMKM.

 

“Perusahaan besar ini juga diharapkan bisa bekerja sama dengan perusahaan lokal dan UMKM di Subang maupun Jawa Barat. Banyak kebutuhan perusahaan yang sebenarnya bisa dipenuhi oleh pelaku UMKM lokal,” katanya.

 

Menurutnya, jika sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat berjalan optimal, maka investasi besar di Subang akan memberikan dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Sita

Editor: Redaksi 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini