INAPOS, BANDUNG.- Anggota DPRD Jawa Barat, dr Encep Sugiana, mengingatkan seluruh pihak agar memahami secara menyeluruh aturan baru Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 yang akan diterapkan di Jawa Barat.
Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi baru sangat penting agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar, transparan, dan tidak menimbulkan pelanggaran akibat kurangnya informasi.
“Semua kita harus betul-betul memahami dan mempelajari peraturan-peraturan baru yang terkait dengan SPMB ini. Sebagaimana juga sudah dijelaskan dalam sosialisasi terkait SPMB yang akan diselenggarakan khususnya di Jawa Barat,” ujar dr Encep Sugiana pada Kamis 21 Mei 2026.
Ia mengimbau seluruh pihak, baik penyelenggara SPMB, sekolah, orang tua, hingga para siswa agar benar-benar mempelajari aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jangan sampai karena kita tidak memahami sistem penerimaan murid baru yang baru ini, justru menyalahi aturan-aturan yang sudah dibuat. Oleh karena itu, pelajari dan pahami secara seksama terkait sistem yang baru tersebut,” kata Anggota Fraksi PKS itu
Menurut dr Encep, perbaikan sistem penerimaan murid baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga secara nasional.
Ia menilai saat ini pemerintah juga tengah mendorong berbagai program pendidikan unggulan seperti sekolah rakyat, sekolah Garuda, hingga sekolah manusia unggul yang membutuhkan dukungan bersama agar mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas.
“Kita berharap SPMB yang diperbaiki ini bisa lebih meningkatkan kualitas pendidikan kita di Jawa Barat bahkan secara nasional. Karena tantangan ke depan semakin global, maka kualitas pendidikan harus benar-benar mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh, mulai dari pelaksanaan program pendidikan hingga evaluasi proses pendidikan di sekolah.
Khusus untuk jenjang SMK, dr Encep menekankan agar kurikulum pendidikan benar-benar menyesuaikan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan dapat lebih mudah terserap oleh dunia usaha dan industri.
“Kurikulum pendidikan khususnya untuk SMK harus mengikuti kebutuhan lapangan kerja. Supaya lulusan sekolah bisa diserap lebih baik oleh dunia usaha atau bahkan memiliki orientasi menjadi pengusaha dan membuka lapangan kerja sendiri,” jelasnya.
Ia berharap proses pendidikan di Indonesia mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus menghasilkan lulusan yang siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja.
Di akhir keterangannya, dr Encep juga mengingatkan agar seluruh proses SPMB dilaksanakan sesuai aturan dan terhindar dari praktik-praktik yang tidak sesuai ketentuan.
“SPMB harus dilakukan dengan baik agar menghasilkan proses seleksi yang berkualitas, sehingga para siswa nantinya bisa mengikuti pendidikan secara maksimal dan menjadi lulusan yang siap menghadapi masa depan,” pungkas Anggota DPRD Jabar Dapil Subang, Majalengka dan Sumedang itu.
Reporter: Ayi
Editor: Redaksi






