Beranda Pemerintah Pramono Anung Resmikan Jakarta Eco Future Festival 2026

Pramono Anung Resmikan Jakarta Eco Future Festival 2026

0
19
Buka JEFF 2026, Pramono Ingin Wujudkan Jakarta Kota Bersih, Sehat dan Layak Huni. Hms

INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026). Mengusung tema “Aksi Nyata Dampak Terasa”, festival ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah, meningkatkan kualitas udara, serta mendorong kolaborasi menuju Jakarta sebagai kota global yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Pramono Anung juga menerima penghargaan dan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas keterlibatan peserta terbanyak dalam pembuatan eco-enzyme di Jakarta.

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa sebagai kota global sekaligus pusat perekonomian nasional, Jakarta memiliki tanggung jawab besar untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan sampah.

“Jakarta sebagai kota global, pusat perekonomian nasional, bertanggung jawab pada dirinya sendiri untuk melakukan perbaikan penanganan sampah yang ada di Jakarta,” ujar Pramono.

Ia menekankan, keberhasilan pengelolaan sampah dapat diukur dari semakin kecilnya residu yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Residu yang diangkut ke tempat sampah diharapkan berada di bawah 25 persen, bahkan 20 persen. Itulah ukuran bahwa penanganan sampah di Jakarta semakin baik,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan berbagai fasilitas pengolahan sampah, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), RDF Plant Rorotan, hingga RDF Bantar Gebang. Selain itu, gerakan pemilahan sampah dari sumber juga terus digencarkan melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat.

Dalam rangkaian pembukaan JEFF 2026, Pramono turut meresmikan peluncuran sistem peringatan dini pada website Udara Jakarta. Sistem ini menghadirkan fitur baru berupa prediksi kualitas udara hingga tiga hari ke depan sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi lebih akurat mengenai kondisi udara di ibu kota.

“Semoga ini menjadi referensi bagi kita semua untuk mengetahui bagaimana kondisi polusi atau kualitas udara Jakarta setiap harinya,” ujar Pramono.

Selain itu, Gubernur juga meresmikan kembali operasional Waste Station atau Bank Sampah Balai Kota sebagai simbol bahwa perubahan budaya pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa Jakarta Eco Future Festival 2026 merupakan wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Melalui forum diskusi, pameran edukasi, dan aktivasi komunitas, JEFF menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan,” kata Dudi.

Ia menambahkan, sistem peringatan dini kualitas udara dikembangkan melalui kerja sama dengan BMKG serta Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Sistem tersebut mengintegrasikan data pemantauan kualitas udara, prakiraan cuaca, serta berbagai parameter pendukung lainnya untuk menghasilkan informasi yang lebih komprehensif.

Menurut Dudi, kehadiran sistem ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah maupun masyarakat dalam mengambil langkah cepat guna mengendalikan pencemaran udara di Jakarta.

Reaktivasi Waste Station Balai Kota juga merupakan hasil kolaborasi antara Biro Umum ASD Setda Provinsi DKI Jakarta bersama Recosystem. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya memilah sampah sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pemerintahan.

JEFF 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari talkshow, workshop, forum diskusi, hingga pameran bertajuk “Bukan Tentang Sampah” yang mengangkat isu pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, kualitas udara, serta pembangunan berkelanjutan.

Melalui festival ini, Pemprov DKI Jakarta berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini