INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat budaya keselamatan perjalanan kereta api dengan menggelar pembinaan bagi Petugas Regu Perawatan Jalur dan Jembatan, Petugas Perawatan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR), serta Petugas Jaga Lintas (PJL) atau penjaga pintu perlintasan sebidang.
Kegiatan yang diikuti petugas dari berbagai wilayah kerja Daop 3 Cirebon ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di lapangan. Materi pembinaan disampaikan oleh narasumber internal KAI yang berpengalaman di bidang operasional, prasarana, dan keselamatan perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan pembinaan tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk menyegarkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan, sekaligus memperkuat sikap profesional para petugas sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Petugas Regu Perawatan Jalur dan Jembatan, Petugas Perawatan KPJR, maupun Petugas Jaga Lintas memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang terus terbarui sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional sesuai standar keselamatan yang berlaku,” ujar Muhibbuddin pada Jum’at 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pembinaan ini juga merupakan langkah preventif KAI dalam meminimalkan potensi gangguan perjalanan kereta api melalui peningkatan kualitas pemeriksaan, perawatan, pengawasan prasarana, serta pengamanan operasional di lapangan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi yang disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing. Materi tersebut meliputi pemahaman Standar Operasional Prosedur (SOP), penerapan budaya keselamatan, peningkatan disiplin kerja, penanganan kondisi darurat, hingga penguatan koordinasi dan komunikasi antarpetugas.
Metode pembelajaran dilakukan melalui kombinasi penyampaian teori dan diskusi interaktif agar peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam berbagai situasi yang dihadapi di lapangan.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap seluruh petugas semakin siap menjalankan tugas secara profesional, mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat sesuai SOP, serta terus mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan,” tambah Muhibbuddin.
Menurutnya, setiap petugas memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan operasional perkeretaapian. Petugas Regu Perawatan Jalur dan Jembatan bertugas memastikan kondisi prasarana tetap laik dan aman dilalui kereta api. Sementara Petugas Perawatan KPJR mendukung efektivitas pekerjaan melalui kesiapan sarana perawatan, sedangkan Petugas Jaga Lintas berperan mengamankan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang.
“Pembinaan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental, kedisiplinan, serta profesionalisme seluruh petugas agar mampu bekerja secara sigap, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap situasi,” tegasnya.
Melalui peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan, KAI Daop 3 Cirebon berharap kualitas perawatan prasarana, kesiapan sarana pendukung perawatan, serta pengamanan di perlintasan sebidang terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya perjalanan kereta api yang semakin selamat, aman, dan andal.
Selain itu, KAI juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang, berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi dan palang pintu mulai menutup, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan dan upaya menjaga keselamatan bersama.
Reporter: Kris
Editor: RedaksiÂ








