Beranda Ragam Kontraktor Keluhkan Pemilik Dapur MBG Belum Lunasi Biaya Pembangunan

Kontraktor Keluhkan Pemilik Dapur MBG Belum Lunasi Biaya Pembangunan

0
23
Dapur MBG

INAPOS, JAKARTA,- Walau operasional dapur Maka Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah berjalan, ternyata banyak pemilik dapur MBG belum juga membayar biaya pembangunan kepada kontraktor atau masih menyisakan hutang kepada pihak yang telah membangun dapur MBT tersebut.

Andrianto, salah satu pihak yang telah membangun dapur MBG diwilayah Cirebon, mengeluhkan belum lunasnya pembayaran biaya pembangunan dapur MBG walau dapur MBG sudah beroperasi.

“Sudah lebih dari setengah tahun, dapur MBG yang telah saya bangun belum juga melunasi biaya pembangunan,” keluh Andrianto kepada INAPOS, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, penilik dapur MBG melalui orang kepercayaannya saat ditagih melalui saluran telepon selalu bungkam.

“Kemarin mereka menjajikan akan menemui saya tapi bohong lagi. Total hutang mereka ke saya Rp111.000.000 dan sudah dilakukan pembayaran baru Rp20.000.000. mereka usai membayar sekian, menyatakan akan menemui saya pada hari Senin atau Selasa, tapi hingga saat ini, di chat tidak menjawab,” papar pria ini kesal.

Perlu diketahui, banyak investor dan mitra lokal melaporkan belum menerima pembayaran atas biaya pembangunan dapur MBG atau SPPG meski bangunan telah selesai.

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa sistem kemitraan program ini mewajibkan mitra membangun fasilitas dengan modal sendiri sebagai syarat operasional.

Berikut adalah fakta terkait polemik pembayaran pembangunan dapur MBG:

Tuntutan Investor

Sejumlah investor di berbagai daerah (seperti Sukabumi, Sumatera Utara, hingga Paser) mendatango kantor BGN untuk menagih kejelasan. Mereka mengaku telah mengeluarkan modal miliaran rupiah namun operasional dapur tertunda.

Klarifikasi Badan Gizi Nasional.

Pihak BGN melalui Kepala BGN Nanik S Deyang menyatakan bahwa dana operasional sudah mulai dicairkan. Namun, secara sistem kemitraan, negara tidak menanggung biaya pembangunan awal. Mitra diharapkan membangun dapur dengan modal pribadi dan akan mendapat insentif operasional harian (sekitar Rp6 juta per hari) setelah dapur beroperasi.

Kasus Penipuan Titik Dapur.

BGN juga menemukan maraknya praktik penipuan jual beli titik dapur MBG oleh oknum yang mencatut nama pejabat BGN. Masyarakat diimbau untuk memverifikasi pendaftaran SPPG, yang mana proses pengajuannya sepenuhnya gratis.

Liputan : Cecep Supradin.

Editor : Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini