Beranda Ragam SMSI Kota Cirebon Gelar Dialog Publik Kemandirian Ekonomi, OJK dan BI Soroti...

SMSI Kota Cirebon Gelar Dialog Publik Kemandirian Ekonomi, OJK dan BI Soroti Peluang UMKM Masa Depan

0
23
Dialog publik SMSI Kota Cirebon

INAPOS, KOTA CIREBON.- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon menggelar Dialog Publik bertajuk “Kemandirian Ekonomi, Tantangan dan Peluang Masa Depan Kota Cirebon” di Ruang Adipura Kencana Balai Kota Cirebon, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon sekaligus forum kolaborasi untuk mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi daerah.

Dialog publik tersebut merupakan hasil kerja sama SMSI Kota Cirebon dengan Pemerintah Kota Cirebon, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon.

Sejumlah narasumber berkompeten hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Fickry Widya Nugraha. Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Cirebon turut mengikuti diskusi dengan antusias.

Ketua SMSI Kota Cirebon, Mastari, mengatakan dialog publik ini merupakan bentuk kontribusi nyata insan pers dalam mendukung pembangunan Kota Cirebon, khususnya pada momentum Hari Jadi ke-599.

Menurutnya, media memiliki peran lebih dari sekadar menyampaikan informasi. Media juga menjadi jembatan edukasi serta ruang diskusi yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

“Melalui dialog publik ini kami ingin memberikan sumbangsih kepada Kota Cirebon. Kami berharap forum seperti ini dapat menjadi wadah bertukar gagasan sekaligus melahirkan pemikiran-pemikiran yang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi daerah,” ujar Mastari.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, regulator, media, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna membangun kemandirian ekonomi daerah yang berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan di masa depan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, mengapresiasi inisiatif SMSI Kota Cirebon yang menghadirkan ruang diskusi publik dengan melibatkan pemerintah, regulator sektor jasa keuangan, perbankan, hingga kalangan akademisi.

Menurutnya, forum seperti ini memiliki nilai edukatif yang tinggi, terutama bagi generasi muda yang kelak menjadi pelaku pembangunan dan penggerak ekonomi daerah.

“Saya mengapresiasi teman-teman SMSI yang telah menyelenggarakan dialog publik ini. Dengan menghadirkan narasumber dari OJK, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah, kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang sangat baik bagi masyarakat, khususnya mahasiswa,” kata Iing.

Ia menambahkan, materi mengenai literasi keuangan menjadi salah satu pembahasan yang paling relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, akses terhadap layanan keuangan, hingga pengembangan usaha dinilai menjadi bekal penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

“Tadi juga ada materi tentang literasi keuangan. Ini penting agar masyarakat semakin sadar dan semakin melek terhadap pengelolaan keuangan. Saya melihat para mahasiswa juga sangat interaktif dengan banyak pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akses pembiayaan, hingga strategi mengembangkan potensi ekonomi lokal agar mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi ke depan.

Salah seorang peserta, Siti Nur Asih, mahasiswa Universitas Bunga Bangsa Cirebon, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari dialog publik tersebut.

Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber membuka pemahamannya mengenai pentingnya penguatan sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

“Kesannya sangat menarik sekali. Kegiatan ini membuat kami lebih melek tentang bagaimana cara meningkatkan UMKM di Kota Cirebon, khususnya melalui dukungan literasi keuangan dan pengembangan usaha,” ujarnya.

Siti berharap Pemerintah Kota Cirebon bersama Bank Indonesia dan OJK terus memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang, naik kelas, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini