Beranda Pemerintah Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50 di Karawang, Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan...

Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50 di Karawang, Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan Mandatori B50

0
15
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50. Ist

INAPOS, KARAWANG.- Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 bertajuk “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri.

Sebelum acara peresmian, Presiden Prabowo meninjau Walk-in Gallery yang menampilkan informasi teknis mengenai pengembangan dan implementasi Biodiesel B50. Selanjutnya, Presiden mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Dalam laporannya, Menteri Bahlil menyampaikan bahwa implementasi Biodiesel B50 merupakan langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan energi sebagaimana tertuang dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo. Menurutnya, program tersebut juga berhasil mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

“Hari ini kita tidak hanya meluncurkan B50, tapi kita juga mengambil suatu langkah besar menuju Indonesia yang makin berdaulat di sektor energi sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, konsumsi solar nasional selama ini mencapai sekitar 38 hingga 40 juta kiloliter per tahun, sementara impor solar berkisar 3 hingga 4 juta kiloliter setiap tahunnya. Dengan penerapan mandatori Biodiesel B50, Indonesia kini tidak lagi melakukan impor produk solar.

“Awalnya kita itu masih impor kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter per tahun. Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita dan ini adalah pertama kali,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Menurut Presiden, capaian tersebut menjadi bukti nyata kemampuan bangsa dalam mengelola sumber daya alam secara mandiri demi kesejahteraan rakyat.

“Dengan diluncurkan program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo kemudian secara resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 dengan didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 9 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan Biodiesel B50,” ucap Presiden seraya menekan tombol sirene sebagai tanda dimulainya implementasi program tersebut.

Peluncuran Biodiesel B50 menandai babak baru perjalanan Indonesia menuju swasembada energi. Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, kebijakan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor transisi energi berbasis sumber daya domestik, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dan meningkatkan nilai tambah sektor kelapa sawit sebagai bahan baku utama biodiesel.

Reporter: Den

Editor: Redaksi 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini