Minggu, Mei 10, 2026

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo saat menjadi pembina upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Balaikota Cirebon. Foto: Kris
DaerahPemerintahPendidikan

Hardiknas 2026 di Kota Cirebon, Wali Kota Edo Tegaskan Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Ilmu

INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 melalui upacara yang digelar di Halaman Balai Kota Cirebon, Sabtu (2/5/26).

Momentum ini dimaknai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi bersama untuk meneguhkan kembali arah dan tujuan pendidikan sebagai proses yang memanusiakan manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai proses yang dilandasi ketulusan, kasih sayang, dan upaya memuliakan manusia.

Hal ini sejalan dengan nilai dasar pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara melalui konsep asah, asih, dan asuh.

Wali Kota menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta pengembangan potensi peserta didik secara utuh.

“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah manusia. Intinya adalah memuliakan, bukan sekadar mentransfer pengetahuan,” ujarnya, merujuk pada pesan dalam naskah pidato tersebut.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penguatan kualitas pendidikan saat ini diarahkan melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menjadi program prioritas nasional. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar sekaligus mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional secara lebih menyeluruh.

Dalam pidato yang dibacakan, turut disampaikan lima kebijakan strategis untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Kebijakan tersebut meliputi pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, hingga perluasan akses pendidikan yang inklusif, mudah, dan fleksibel.

Wali Kota juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari keluarga, masyarakat, dunia usaha, hingga media.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tanpa kolaborasi, upaya peningkatan mutu hanya akan menjadi program yang berhenti di atas kertas,” ungkapnya.

Di akhir amanatnya, Wali Kota mengajak seluruh insan pendidikan di Kota Cirebon untuk memperkuat tiga hal utama dalam menjalankan kebijakan pendidikan, yakni pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Ketiganya dinilai menjadi fondasi penting agar setiap program tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak bagi kualitas pendidikan.

“Semoga peringatan Hardiknas ini menjadi titik penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, menuju generasi yang cerdas dan berkualitas,” harapnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

61 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *