Retaknya Hubungan Edo-Farida Jadi Sorotan, Pengamat Politik Desak PKB Ambil Langkah Konkret
INAPOS, KOTA CIREBON.- Retaknya hubungan antara Wali Kota Cirebon Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kondisi tersebut juga mendapat perhatian serius dari kalangan politik, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pengamat Politik Kota Cirebon Sutan Aji Nugraha menilai, pernyataan Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Syaifurrohman terkait persoalan tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun menurutnya, partai seharusnya mampu menghadirkan solusi politik dan organisasi yang konkret bagi kadernya, yakni Siti Farida.
“Apa yang dikatakan Ketua DPC PKB Kota Cirebon Syaifurrohman memang tidak salah, akan tetapi seharusnya dia mampu memberikan solusi politik dan organisasi bagi kadernya yakni Siti Farida,” ujar Sutan Aji Nugraha kepada Inapos, Jum’at (8/5/26).
Berita Terkait
Ia menilai pendekatan persuasif yang disampaikan Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Syaifurrohman atau yang akrab disapa Gus Ipul, sejatinya telah dilakukan sebelumnya. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum memberikan hasil signifikan terhadap hubungan kedua pimpinan daerah tersebut.
“Pernyataan Gus Ipul lebih kepada pendekatan persuasif, dimana hal itu dirasa pernah dilakukan juga. Hasilnya?” ungkapnya.
Menurut Sutan Aji, dalam dinamika politik diperlukan langkah strategis dan sikap organisasi yang jelas sebagai jalan keluar bagi kedua pemimpin daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa dalam politik diperlukan “alat tekan” agar persoalan tidak terus berlarut.
“Dalam politik itu intinya adalah alat tekan. Maka daripada itu PKB sebagai partai pengusung sudah jauh memikirkan strategi dan taktik akan hal yang akan terjadi, ya seperti sekarang ini,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa disharmoni antara kepala daerah dan wakil kepala daerah bukan hal baru dalam dunia politik Indonesia. Sejumlah daerah pernah mengalami konflik internal kepemimpinan hingga berujung perpisahan politik di tengah masa jabatan.
“Pengalaman serta jejak politik sudah ada contohnya, dan jangan sampai Effendi Edo dan Siti Farida mengalami hal yang dapat merugikan bagi masyarakat. Legitimasi partai politik koalisi sangat diharapkan kehadirannya,” tutup Sutan Aji.
Diberitakan sebelumnya, Gus Ipul menegaskan bahwa hubungan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan atau dwitunggal dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Pemerintahan itu ibarat sebuah bangunan. Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah fondasi utamanya. Jika ada gesekan, jalan terbaik adalah duduk bersama, bertabayyun, dan berbicara dari hati ke hati. Kami yakin, niat tulus beliau berdua adalah sama, yakni untuk kemajuan masyarakat Cirebon,” ujar Gus Ipul saat konferensi pers pada Selasa (5/5/26).
Reporter: Kris
Editor Redaksi Inapos
