Minggu, Mei 10, 2026

KAI Daop 3 Cirebon pasang CCTV Analitik. Foto: Hms
DaerahEkonomi dan Bisnis

KAI Daop 3 Cirebon Pasang CCTV Analitik di Enam Stasiun, Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Penumpang

INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 3 Cirebon terus memperkuat keamanan dan kenyamanan pelanggan kereta api di area stasiun melalui penambahan pemasangan CCTV analitik di sejumlah titik strategis.

Pemasangan CCTV analitik dilakukan di beberapa stasiun wilayah operasional Daop 3 Cirebon, di antaranya Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Pegadenbaru, Stasiun Haurgeulis, Stasiun Jatibarang, dan Stasiun Brebes.

Berbeda dengan CCTV konvensional yang hanya merekam kejadian, CCTV analitik dilengkapi sistem cerdas yang mampu memberikan notifikasi proaktif terhadap aktivitas tertentu secara real-time.

Teknologi ini dapat mendeteksi, mengklasifikasikan, dan melacak objek seperti orang maupun kendaraan sehingga dinilai lebih efektif dalam mendukung keamanan dan efisiensi operasional stasiun.

Manager Humas Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, penerapan CCTV analitik merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan maksimal kepada pelanggan selama berada di area stasiun.

“Dengan adanya penambahan CCTV analitik ini, kami ingin memastikan pelanggan merasa aman dan nyaman karena sistem ini membantu mendeteksi dengan cepat potensi gangguan, seperti pencurian, pelecehan seksual, sampai aktivitas mencurigakan. Sehingga petugas dapat segera merespons dan melakukan penanganan secara cepat dan dapat meminimalisir potensi gangguan keamanan yang ingin dihindari,” ujar Muhibbuddin pada Sabtu (9/5/26).

Hingga saat ini, KAI Daop 3 Cirebon telah menambah sebanyak 14 unit CCTV analitik di lima stasiun wilayah operasionalnya. Kamera pengawas tersebut ditempatkan di berbagai titik penting, termasuk area pintu masuk dan pintu keluar stasiun yang dinilai rawan terhadap gangguan keamanan.

Menurut Muhibbuddin, keberadaan CCTV analitik juga sangat membantu petugas saat terjadi kepadatan penumpang di stasiun. Melalui sistem pemantauan real-time, petugas dapat lebih cepat memberikan imbauan guna menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan keamanan.

“Pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal karena petugas dapat memantau kondisi secara real-time dan merespons lebih cepat jika terjadi gangguan keamanan. Selain itu, rekaman CCTV juga dapat digunakan sebagai bukti untuk mendukung proses penanganan dan pelaporan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Ia berharap langkah tersebut dapat semakin meningkatkan rasa aman pelanggan sekaligus menjaga aset perusahaan dari potensi gangguan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Melalui langkah ini, harapannya keamanan para pelanggan dan aset perusahaan semakin terjaga, sekaligus dapat mengantisipasi potensi gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutup Muhibbuddin.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos

 

56 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *