INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat sistem pengamanan demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pelanggan. Sebanyak 105 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan 166 petugas keamanan (security) disiagakan selama 24 jam untuk mengamankan operasional di wilayah Daop 3 Cirebon.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan keamanan menjadi salah satu pilar utama pelayanan KAI. Karena itu, personel pengamanan ditempatkan di berbagai titik strategis dengan sistem pengawasan berlapis.
“Petugas pengamanan KAI tidak hanya hadir di stasiun, tetapi juga mengawal perjalanan kereta api, mengamankan objek vital dan aset perusahaan, serta melakukan patroli di jalur rel. Selain menjaga keamanan, mereka juga memberikan pelayanan kepada pelanggan, seperti membantu penggunaan loket box, menunjukkan jalur keberangkatan kereta, membantu membawa barang, memberikan pendampingan kepada penumpang berkebutuhan khusus, hingga menangani penumpang yang sakit selama perjalanan maupun di stasiun. Mereka bekerja selama 24 jam untuk memastikan pelanggan dapat bepergian dengan aman dan nyaman,” ujar Muhibbuddin, Rabu (22/7/26).
Wilayah kerja KAI Daop 3 Cirebon mencakup 30 stasiun yang tersebar di Kabupaten Subang, Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, hingga Kabupaten Brebes. Seluruh personel pengamanan tersebut juga didukung melalui sinergi dengan aparat TNI dan Polri untuk menjaga keamanan di stasiun maupun sepanjang jalur rel.
Selain menjalankan tugas pengamanan, personel Polsuska juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan perkeretaapian. Sosialisasi dilakukan kepada warga, pelajar, hingga mahasiswa mengenai bahaya beraktivitas di jalur rel serta pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tim pengamanan KAI Daop 3 Cirebon telah melaksanakan 40 kegiatan sosialisasi keselamatan perkeretaapian di lingkungan masyarakat dan sekolah, serta 71 kegiatan edukasi keselamatan di perlintasan sebidang.
Untuk meningkatkan efektivitas pengamanan, KAI Daop 3 Cirebon juga memanfaatkan teknologi modern, seperti patroli jalur rel menggunakan drone, patroli rutin di objek vital, pengamanan di stasiun, pengawalan perjalanan kereta api, hingga pemantauan melalui jaringan CCTV yang terpasang di berbagai lokasi strategis.
Menurut Muhibbuddin, pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kecepatan respons terhadap potensi gangguan keamanan.
“Kami terus memperkuat sistem pengamanan melalui kombinasi personel yang profesional, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama dengan aparat kewilayahan. Dengan demikian, seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin demi keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pelanggan,” katanya.
KAI Daop 3 Cirebon juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas yang membahayakan operasional, seperti berada di jalur rel tanpa kepentingan, merusak fasilitas perkeretaapian, maupun melempar kereta api yang sedang melintas.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara petugas, aparat, dan masyarakat, KAI optimistis dapat terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan memberikan rasa tenang bagi setiap pelanggan,” tutup Muhibbuddin.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








