Beranda Ragam Wisatawan Asing Naik Kereta Api Meningkat 13,8 Persen, KAI Daop 3 Cirebon...

Wisatawan Asing Naik Kereta Api Meningkat 13,8 Persen, KAI Daop 3 Cirebon Layani 22.861 WNA pada Semester I 2026

0
1
Wisatawan asing naik kereta api. Hms

INAPOS, KOTA CIREBON.- Kereta api semakin menjadi moda transportasi favorit wisatawan mancanegara untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata di Pulau Jawa. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat telah melayani 22.861 pelanggan warga negara asing (WNA), meningkat 13,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 20.216 pelanggan.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan wisatawan internasional terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, serta mampu menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan tren positif ini menunjukkan bahwa kereta api kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga telah menjadi bagian dari pengalaman berwisata.

“Peningkatan jumlah pelanggan mancanegara ini menunjukkan kepercayaan yang semakin besar terhadap layanan KAI. Kereta api menawarkan perjalanan yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus memberikan akses langsung menuju berbagai destinasi unggulan di Pulau Jawa,” ujar Muhibbuddin pada Sabtu 25 Juli 2026.

Menurutnya, mayoritas wisatawan asing memanfaatkan layanan kereta api jarak jauh menuju berbagai kota tujuan wisata seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Banyuwangi.

Adapun tiga layanan kereta api yang paling diminati wisatawan mancanegara di wilayah Daop 3 Cirebon adalah KA Ranggajati relasi Cirebon–Surabaya Gubeng–Jember, KA Cakrabuana relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto, serta KA Gunungjati relasi Gambir–Cirebon–Semarang Tawang.

Selama Semester I 2026, terdapat lima stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon yang menjadi titik naik dan turun favorit wisatawan asing, yaitu: Stasiun Cirebon: 12.979 pelanggan. Stasiun Jatibarang: 3.370 pelanggan. Stasiun Cirebon Prujakan: 1.786 pelanggan. Stasiun Haurgeulis: 1.596 pelanggan. Stasiun Brebes: 1.270 pelanggan

Selain itu, sejumlah stasiun lain seperti Pegadenbaru, Babakan, Ketanggungan, Ciledug, Tanjung, Arjawinangun, Terisi, dan Losari juga mulai mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Kondisi tersebut didorong oleh semakin berkembangnya destinasi wisata sejarah, budaya, dan kawasan heritage yang terhubung dengan jaringan transportasi kereta api.

Muhibbuddin menjelaskan, wisatawan asing memilih kereta api karena menawarkan ketepatan waktu, kenyamanan selama perjalanan, serta kemudahan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI yang telah mendukung layanan berbahasa Inggris.

“KAI terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara. Tren positif ini merupakan hasil dari peningkatan fasilitas, digitalisasi layanan, serta promosi yang dilakukan secara berkelanjutan, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Ia menambahkan, meningkatnya konektivitas transportasi dan integrasi antarmoda juga menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan asing pengguna kereta api. Efisiensi waktu serta kemudahan berpindah antardestinasi menjadi pertimbangan utama wisatawan internasional dalam memilih moda transportasi.

Tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran mereka mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, jasa pemandu wisata, pelaku UMKM, hingga industri ekonomi kreatif di sekitar stasiun dan kawasan destinasi wisata.

“Selain ramah lingkungan, perjalanan menggunakan kereta api juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan. Mereka dapat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lokal di stasiun maupun di dalam kereta. Pengalaman inilah yang menjadi nilai tambah transportasi kereta api sebagai bagian dari perjalanan wisata di Indonesia,” tutup Muhibbuddin.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini