INAPOS, KOTA CIREBON.- Di balik perjalanan kereta api yang aman dan nyaman, terdapat berbagai proses operasional yang berjalan tanpa henti. Salah satu aspek penting yang sering luput dari perhatian adalah pengisian tangki air pada setiap rangkaian kereta, yang berperan menjaga fungsi toilet tetap optimal selama perjalanan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus mengoptimalkan sistem pengisian air sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa pengisian tangki air dilakukan secara rutin di stasiun awal keberangkatan maupun di stasiun antara yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengisian.
“Pengisian tangki air dilakukan di stasiun awal sebelum kereta berangkat oleh petugas pencuci kereta. Sementara di stasiun antara, pengisian dilakukan oleh petugas khusus pengisian air yang telah dibekali prosedur kerja dan standar keselamatan,” ujar Muhibbuddin pada Rabu 29 Juli 2026.
Di wilayah Daop 3 Cirebon, fasilitas pengisian air tersedia di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan. Setiap harinya, petugas melayani pengisian air untuk 88 perjalanan kereta api di Stasiun Cirebon serta 32 perjalanan kereta api di Stasiun Cirebon Prujakan.
Untuk memastikan layanan berjalan tanpa hambatan, KAI Daop 3 Cirebon menyiagakan 54 petugas, terdiri dari 30 petugas di Stasiun Cirebon dan 24 petugas di Stasiun Cirebon Prujakan. Seluruh petugas bekerja secara bergantian dalam tiga shift sehingga pelayanan dapat berlangsung selama 24 jam.
Muhibbuddin menjelaskan, proses pengisian air dilakukan segera setelah kereta berhenti sempurna dengan memanfaatkan waktu berhenti (dwell time) secara efektif tanpa mengganggu jadwal perjalanan kereta.
Dalam menjalankan tugasnya, setiap petugas wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, seperti safety vest, safety helmet, safety shoes, hingga full body harness. Saat bekerja di atas rangkaian kereta, petugas juga dilengkapi sistem pengaman jatuh (lifeline) yang terpasang di area pengisian guna menjamin keselamatan kerja.
“Meski pekerjaan ini memiliki risiko, seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian dan disiplin terhadap prosedur keselamatan. Dengan demikian, kenyamanan pelanggan selama perjalanan tetap terjaga,” katanya.
Waktu pengisian air disesuaikan dengan jadwal operasional kereta. Di stasiun awal, proses dilakukan sebelum keberangkatan, sedangkan di stasiun antara mengikuti jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).
Setiap hari, KAI Daop 3 Cirebon membutuhkan sekitar 240.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan seluruh rangkaian kereta yang dilayani. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 176.000 liter di Stasiun Cirebon dan 64.000 liter di Stasiun Cirebon Prujakan. Air yang digunakan telah melalui proses penyaringan sehingga memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.
Menurut Muhibbuddin, pengisian air pada kereta api bukan sekadar proses teknis, melainkan bagian dari pelayanan publik yang mendukung kenyamanan, kesehatan, serta efisiensi transportasi.
“Optimalisasi sistem pengisian air yang modern, efisien, dan ramah lingkungan juga sejalan dengan implementasi Program Asta Cita dalam mewujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan berstandar tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketersediaan toilet yang bersih dan selalu memiliki pasokan air menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.
“Toilet yang bersih dan selalu tersedia air merupakan bagian dari pengalaman perjalanan yang nyaman bagi pelanggan. Karena itu, kami terus memastikan seluruh proses pengisian air berjalan optimal,” tutup Muhibbuddin.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








