Beranda Ragam Kisah Pilu Ibu Tunggal di Kota Cirebon, Data Kependudukan Anak Disabilitasnya Hilang...

Kisah Pilu Ibu Tunggal di Kota Cirebon, Data Kependudukan Anak Disabilitasnya Hilang Tak Berjejak

0
16
Ida Damayanti ibunda Dewa bersama Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Hari Saputra Gani di kediamannya. Kris

INAPOS, KOTA CIREBON.- Nasib kurang beruntung dialami oleh Muhammad Dewa Pratama (20), seorang pemuda berkebutuhan khusus (disabilitas) asal Kanoman Selatan 38, RT 02 RW 08, Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Niat hati ingin mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan jaminan kesehatan, data kependudukannya justru diketahui hilang dari sistem Kartu Keluarga (KK).

Kejadian janggal ini diungkapkan oleh ibunda Dewa, Ida Damayanti (48). Ia mengaku terkejut ketika mengetahui data putranya tiba-tiba lenyap. Padahal, sebelumnya data Dewa tercantum di dalam KK lama.

“Awalnya ketahuan saat mau mengubah nama dan mengurus KTP, karena huruf pada namanya berlebih. Selain itu, saya juga ingin mengubah status pekerjaannya dari pelajar/mahasiswa menjadi disabilitas. Ternyata saat diurus, data Dewa dibilang tidak ada,” ungkap Ida kepada media pada Selasa (4/6/2026).

Ida menjelaskan, putranya memang memiliki kondisi disabilitas sejak usia empat bulan. Meski tidak mengidap penyakit berat, ketiadaan data administrasi kependudukan (Adminduk) ini membuat Dewa kesulitan mendapatkan akses jaminan kesehatan.

Saat mencoba mengurus ke pihak kecamatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Ida hanya diminta menunggu kabar dari pusat.

“Katanya mau dicek dulu dari pusat, ditunggu saja. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Padahal saya sangat butuh data itu agar bisa mengurus semuanya,” tambah Ida yang kini menjadi orang tua tunggal.

Mendapat laporan mengenai hilangnya data kependudukan warga disabilitas tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Hari Saputra Gani, langsung merespons cepat. Pihaknya mengaku prihatin dan berjanji akan menelusuri akar permasalahan hilangnya data tersebut.

“Kami menerima pengaduan bahwa ada warga berkebutuhan khusus di daerah Pulosaren (Pekalipan) yang data kependudukannya hilang dari KK saat diurus oleh keluarganya beberapa bulan lalu. Besok, kami akan turun langsung ke Disdukcapil untuk menanyakan mengapa hal ini bisa terjadi, apakah ada kesalahan operator atau masalah lain,” tegas Hari Saputra Gani.

Politisi Nasdem tersebut menekankan bahwa kepastian hukum dan legalitas identitas sangat penting, terutama bagi warga disabilitas dan yatim seperti Dewa, agar mereka bisa mendapatkan akses BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Fokus kita saat ini adalah bagaimana Mas Dewa ini mendapatkan kepastian hukum dan legalitas identitasnya kembali. Setelah urusan Adminduk selesai, kami akan langsung meminta bantuan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memfasilitasi BPJS-nya,” jelasnya.

Hari juga berharap agar instansi terkait, khususnya Disdukcapil dan Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dapat bergerak cepat dan proaktif dalam melayani masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan.

“Kondisi ibunya adalah orang tua tunggal, dan anaknya yatim serta disabilitas. Mereka butuh perhatian khusus dan negara harus hadir. Saya harap Disdukcapil dan Dinkes bisa gerak cepat menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini