Beranda Pemerintah Bapas Cirebon Tegaskan Zero Pungli, Pegawai Diminta Tolak Gratifikasi

Bapas Cirebon Tegaskan Zero Pungli, Pegawai Diminta Tolak Gratifikasi

0
16
Kepala Bapas Kelas I Cirebon, Yuliana memberikan peringatan tegas kepada jajaran terkait pungli. Kris

INAPOS, KOTA CIREBON – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Cirebon memperkuat komitmen mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari pungutan liar (pungli). Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pencegahan pungli dalam pelaksanaan tugas pelayanan, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung Kepala Bapas Kelas I Cirebon, Yuliana, dan dilaksanakan bersamaan dengan apel pagi pegawai di halaman kantor. Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, serta peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Dalam sosialisasi tersebut, Yuliana memberikan pemahaman kepada seluruh peserta mengenai bahaya dan dampak negatif praktik pungutan liar dalam pelayanan publik.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk memiliki komitmen bersama dalam mencegah dan memberantas pungli serta meningkatkan kesadaran dalam memberikan pelayanan yang bersih dan transparan.

“Kami mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga integritas dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan secara profesional. Dalam pemberian layanan dan pembuatan litmas, pegawai juga diingatkan untuk menghindari pungutan liar serta menolak segala bentuk gratifikasi,” tutur Yuliana.

Menurut Yuliana, pencegahan pungli merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan. Setiap pegawai diharapkan menjalankan tugas sesuai ketentuan dan tidak memanfaatkan layanan publik untuk kepentingan pribadi.

Pegawai Bapas Cirebon Diingatkan Bijak Bermedia Sosial

Selain membahas pencegahan pungli dan gratifikasi, Yuliana turut mengingatkan seluruh pegawai agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Pegawai diminta memperhatikan kepatutan dalam membuat maupun mengunggah video dan konten di media sosial. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga nama baik pribadi maupun institusi.

“Pegawai diimbau untuk senantiasa berhati-hati dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam memposting video atau konten agar tetap memperhatikan kepatutan dan menjaga nama baik institusi,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi implementasi arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat terkait penguatan komitmen zero pungli di lingkungan Pemasyarakatan.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh jajaran Bapas Kelas I Cirebon diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya integritas, transparansi, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bapas Kelas I Cirebon berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan Pemasyarakatan yang bersih, transparan, profesional, serta bebas dari pungutan liar dan gratifikasi.

Komitmen zero pungli dan zero gratifikasi menjadi bagian penting dalam menjaga integritas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Bapas Kelas I Cirebon.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini