INAPOS, KOTA CIREBON – Penataan kawasan Kalibaru terus menunjukkan perkembangan. Pemerintah Kota Cirebon menargetkan seluruh rangkaian penataan Kalibaru dan Sungai Sukalila dapat rampung pada akhir 2026.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Iing Daiman meninjau langsung progres penataan kawasan Kalibaru, Rabu (2/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan proses penataan berjalan sesuai rencana.
Dalam kunjungan tersebut, Effendi melihat sejumlah pekerjaan penataan dan perapihan kawasan yang mulai terlihat di lapangan. Meski progres masih berada pada tahap awal, pekerjaan terus dilakukan secara bertahap.
“Alhamdulillah, progres Kalibaru sudah mulai tampak. Sudah ada proses penataan dan pembangunan. Mudah-mudahan akhir tahun ini semuanya sudah selesai, baik Kalibaru maupun Sukalila,” ujar Effendi.
Ia menyebut progres pekerjaan di kawasan Kalibaru saat ini diperkirakan mencapai sekitar 10 persen. Pemkot Cirebon akan terus melakukan pemantauan hingga seluruh tahapan penataan selesai.
“Kalau melihat kondisi sekarang, progresnya sekitar 10 persen. Tapi pekerjaan terus berjalan. Yang paling penting, proses perapihan dan penataannya sudah mulai terlihat,” katanya.
Salah satu pekerjaan yang dilakukan dalam penataan Kalibaru adalah pengerukan. Metode pengerjaan tersebut berbeda dengan kawasan Sungai Sukalila yang memiliki akses bagi alat berat.
Di Kalibaru, kondisi kawasan membuat pengerukan harus dilakukan secara manual agar pekerjaan dapat menyesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Di Sukalila ada jalur untuk alat berat bisa masuk. Sementara di Kalibaru kondisinya tidak seperti di Sungai Sukalila, sehingga pengerukannya dilakukan secara manual,” jelas Effendi.
Selain pekerjaan fisik, aspek penerangan juga menjadi perhatian Pemkot Cirebon. Penerangan di kawasan selatan dan utara, mulai dari Sukalila hingga Kalibaru, telah dilakukan pemerintah daerah.
Selanjutnya, akan ada tambahan penerangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), terutama untuk area yang mengarah ke sungai dan pedestrian.
“Nanti ada dua lampu, satu penerangan ke arah sungai dan satu lagi ke arah pedestrian. Jadi kawasan ini diharapkan bisa lebih terang dan nyaman,” tuturnya.
Penataan Kalibaru dan Sukalila juga akan diikuti dengan pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut. Pemkot Cirebon melalui Dinas Perhubungan tengah mengkaji kemungkinan perubahan arus kendaraan atau rekayasa lalu lintas.
Hasil kajian nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat sebelum dilakukan uji coba di lapangan.
“Kita sedang mengkaji perubahan arus atau rekayasa lalu lintas. Dinas Perhubungan sedang melakukan kajian. Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya bisa kita sosialisasikan, kemudian dilakukan uji coba,” kata Effendi.
Menurutnya, penataan kawasan Kalibaru dan Sukalila diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik kawasan, tetapi juga menciptakan ruang publik yang lebih tertata, terang, dan nyaman bagi masyarakat.
Pemkot Cirebon pun terus mendorong agar seluruh proses penataan berjalan sesuai tahapan sehingga target penyelesaian pada akhir tahun dapat tercapai.
“Semoga seluruh proses penataan dapat berjalan lancar sehingga target penyelesaian pada akhir tahun dapat tercapai,” pungkasnya.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








