INAPOS, KOTA CIREBON – Sebanyak 200 becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi mengaspal di Kota Cirebon. Bantuan tersebut disalurkan kepada para pengemudi becak sebagai upaya meringankan beban dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya para pengemudi becak lanjut usia.
Pendistribusian 200 unit becak listrik kepada para penerima dilakukan langsung oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Alun-alun Kejaksan, Jumat (4/9/2026).
Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, becak listrik menjadi solusi bagi para pengemudi becak yang selama ini masih harus mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.
“Biasanya di Kota Cirebon, bapak-bapak seusia 55 tahun ke atas masih mengayuh becak. Pak Presiden sangat konsen memberikan bantuan kepada mereka yang masih mau mencari nafkah, tetapi sudah tidak sekuat dulu,” ujar Edo.
Ia menilai penggunaan becak listrik akan memberikan kemudahan bagi para pengemudi karena tidak perlu mengayuh sepanjang perjalanan.
Edo juga memastikan Pemerintah Kota Cirebon akan mendukung fasilitas pengisian daya bagi becak listrik tersebut. Ia bahkan telah meminta jajaran pemerintah daerah untuk membantu para pengemudi ketika membutuhkan pengisian baterai.
“Saya sudah perintahkan semua jajaran di Kota Cirebon untuk membantu. Ketika pengemudi becak listrik kehabisan daya, bisa mengisi di kelurahan, kecamatan, dinas, maupun instansi lainnya. Insyaallah semuanya kita dukung,” katanya.
Selain fasilitas pengisian daya, Effendi menyebut layanan servis becak listrik juga telah disiapkan melalui kerja sama yayasan dengan pihak terkait dan diberikan secara gratis.
Edo berharap kehadiran becak listrik tidak hanya membantu perekonomian pengemudi, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Kota Cirebon.
Menurutnya, becak listrik merupakan inovasi baru dalam transportasi perkotaan yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi, mulai dari keraton hingga pasar tradisional.
“Ini menjadi daya tarik tersendiri. Becak listrik seperti ini belum banyak terjadi. Mudah-mudahan bisa membangkitkan sektor pariwisata, misalnya dari hotel menuju keraton atau pasar tradisional,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar fasilitas pengisian daya becak listrik nantinya dapat diperluas ke sejumlah titik strategis, seperti hotel berbintang dan kawasan Stasiun Cirebon.
“Kami juga memohon kepada Yayasan GSN agar fasilitas ini bisa ditambah di spot-spot tertentu, misalnya di hotel-hotel berbintang ataupun di stasiun,” kata Edo.
Sementara itu, Direktur Hubungan Kerja Sama dan Kelembagaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nuryana, mengatakan program becak listrik tersebut merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Nuryana, distribusi becak listrik telah dilakukan sejak 2025 dan kini mulai diperluas ke wilayah Jawa Barat.
“Memang diamanatkan oleh Bapak Prabowo untuk mendistribusikan becak listrik di seluruh Indonesia. Sejak 2025 kami sudah memulai dan berjalan hampir satu tahun lebih,” kata Nuryana.
Ia menjelaskan, distribusi sebelumnya telah dilakukan di sejumlah wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Sulawesi. Untuk Jawa Barat, penyaluran dimulai dari Cirebon dan akan dilanjutkan ke sejumlah daerah lainnya.
“Sekarang mulai dari Jawa Barat, dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, kemudian Ciamis, Garut, Tasikmalaya, dan daerah lainnya,” ujarnya.
Nuryana menargetkan sebanyak 25.000 unit becak listrik dapat didistribusikan sepanjang 2026 dari total target sekitar 80.000 unit untuk seluruh Indonesia. Hingga saat ini, sekitar 10.000 unit disebut telah tersalurkan.
Ia menegaskan program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya para pengemudi becak yang sebagian besar sudah berusia lanjut.
“Bapak Prabowo sangat konsen terhadap ekonomi masyarakat bawah, terutama bapak-bapak lansia yang karena kondisi ekonomi masih harus mencari nafkah dan memperjuangkan keluarganya,” katanya.
Dengan adanya becak listrik, para pengemudi diharapkan tidak lagi terlalu menguras tenaga saat bekerja sehingga dapat tetap mencari penghasilan dengan kondisi fisik yang lebih ringan.
Nuryana juga menyebut kebutuhan becak listrik di Kota Cirebon masih cukup tinggi. Berdasarkan informasi dari komunitas pengemudi becak, jumlah penerima yang dibutuhkan diperkirakan mencapai lebih dari 300 orang.
“Kalau melihat komunitas-komunitas di Cirebon, 200 itu masih kurang. Katanya sekitar 300-an. Mudah-mudahan ada penambahan,” ujarnya.
Salah seorang penerima becak listrik, Suleman (67), warga Pesisir Panjunan, mengaku senang mendapatkan bantuan tersebut.
Ia mengatakan becak listrik terasa lebih nyaman dibandingkan harus mengayuh becak secara manual. Selama ini, Suleman harus menyewa becak dengan biaya sekitar Rp5.000 per hari, sementara penghasilannya tidak menentu.
“Rasanya nyaman. Daripada menyewa, tarikannya juga susah. Alhamdulillah dapat bantuan,” ujar Suleman.
Ia berharap becak listrik tersebut dapat membantu meningkatkan pendapatannya sekaligus meringankan beban fisik saat bekerja sehari-hari.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








