INAPOS, BANDUNG – Anggota DPRD Jawa Barat dr. Encep Sugiana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak erupsi Anak Gunung Krakatau, terutama potensi hujan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.
Menurut Encep, debu vulkanik yang terbawa angin mengandung partikel yang berbahaya jika terhirup dan masuk ke dalam sistem pernapasan. Karena itu, warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama potensi paparan abu vulkanik masih terjadi.
“Debu vulkanik dapat menyebabkan iritasi dan gangguan pada sistem pernapasan. Karena itu masyarakat harus benar-benar waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujar Encep pada Jum’at 11 September 2026.
Ia menjelaskan, apabila masyarakat terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan alat pelindung diri menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan debu vulkanik.
Warga disarankan menggunakan masker medis untuk menyaring udara yang masuk ke saluran pernapasan. Selain itu, penggunaan topi atau penutup kepala, pakaian yang menutupi tubuh, serta kacamata pelindung juga dianjurkan.
“Kalau harus keluar rumah, gunakan masker, pelindung kepala, dan kacamata agar debu vulkanik tidak mudah masuk ke saluran pernapasan maupun mata,” katanya.
Encep menambahkan, mata dan hidung merupakan bagian tubuh yang sangat rentan terhadap paparan debu vulkanik. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kedua organ tersebut perlu menjadi perhatian utama.
Selain melindungi diri, masyarakat juga diminta berhati-hati saat membersihkan abu vulkanik yang menempel di halaman rumah, kendaraan, maupun perabotan.
Menurut Encep, abu vulkanik sebaiknya dibersihkan dengan cara disiram atau disemprot menggunakan air terlebih dahulu agar tidak kembali beterbangan ke udara.
“Jangan langsung dilap atau disapu dalam kondisi kering karena debunya bisa kembali berterbangan dan terhirup. Sebaiknya disiram terlebih dahulu menggunakan air,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga untuk menyiram halaman rumah dan lingkungan sekitar apabila mulai tertutup debu vulkanik guna mengurangi penyebaran partikel di udara.
Encep meminta masyarakat segera membatasi aktivitas luar ruangan apabila terjadi hujan abu vulkanik di wilayah tempat tinggalnya.
Menurutnya, langkah paling aman adalah tetap berada di dalam rumah hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
“Kalau terjadi hujan abu vulkanik, sebaiknya jangan keluar rumah. Utamakan keselamatan dan kesehatan diri serta keluarga,” katanya.
Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Warga diharapkan mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi dari pemerintah, lembaga kebencanaan, maupun media yang kredibel.
“Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika ada instruksi dari pemerintah atau petugas, masyarakat harus mematuhinya demi keselamatan bersama,” ujar Encep.
Ia berharap masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun tetap siaga menghadapi perkembangan aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu dapat berubah.
“Yang terpenting adalah menjaga kesehatan, melindungi diri dari paparan debu vulkanik, dan mengikuti arahan dari pemerintah. Dengan kewaspadaan bersama, risiko dampak erupsi dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Reporter: Ayi
Editor: Redaksi








