Beranda Ragam KAI Sulap Wajah Stasiun Cirebon, Hadirkan Sentuhan Budaya dan Teknologi

KAI Sulap Wajah Stasiun Cirebon, Hadirkan Sentuhan Budaya dan Teknologi

0
5
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon melakukan penataan sejumlah area strategis di Stasiun Cirebon. Kris

INAPOS, KOTA CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon melakukan penataan sejumlah area strategis di Stasiun Cirebon. Pembenahan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui perpaduan desain modern dan teknologi.

Penataan tersebut mencakup plaza atau halaman depan stasiun, selasar, hingga pintu keluar utara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan fasilitas transportasi yang tidak hanya nyaman dan tertata, tetapi juga mampu merepresentasikan karakter Kota Cirebon kepada para pelanggan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan stasiun memiliki peran penting sebagai titik awal bagi pelanggan untuk mengenal sebuah kota. Karena itu, kualitas fasilitas dan suasana stasiun menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang perlu diperhatikan.

“Stasiun merupakan titik pertama yang mempertemukan pelanggan dengan sebuah kota.  Karena itu, kami ingin menghadirkan Stasiun Cirebon sebagai ruang yang nyaman, tertata, modern, sekaligus memiliki karakter budaya yang kuat,” ujar Muhibbuddin Minggu 18 Oktober 2026.

Menurutnya, pengalaman pelanggan tidak hanya menjadi perhatian selama perjalanan menggunakan kereta api, tetapi juga sejak mereka tiba dan menginjakkan kaki di stasiun.

Salah satu area yang menjadi perhatian adalah plaza Stasiun Cirebon. Area tersebut ditata agar terlihat lebih rapi, nyaman, dan representatif sebagai ruang penyambutan bagi pelanggan yang datang maupun meninggalkan kawasan stasiun.

Selain itu, pembenahan dilakukan pada selasar atau lorong stasiun dengan mengusung desain modern dan dukungan pencahayaan yang menunjang kenyamanan serta kelancaran mobilitas penumpang.

Sebagai jalur pergerakan pelanggan, selasar memiliki peran penting dalam mendukung perpindahan antarruang. Penataan area ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman sekaligus memperkuat kesan modern pada fasilitas stasiun.

Sementara itu, pintu keluar utara Stasiun Cirebon dirancang dengan memadukan unsur budaya khas Cirebon dan teknologi modern. Penguatan identitas lokal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah.

Area ini juga dilengkapi sistem pencahayaan berbasis sensor yang ditujukan untuk mendukung efisiensi penggunaan energi listrik sekaligus meningkatkan fungsi dan kenyamanan ruang.

Muhibbuddin menjelaskan, penguatan identitas lokal merupakan aspek penting dalam pengembangan fasilitas perkeretaapian, terutama di daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya seperti Cirebon.

“Kami ingin Stasiun Cirebon memiliki ciri khas yang membedakannya dari stasiun lain. Perpaduan budaya Cirebon dan teknologi modern menjadi wujud bagaimana identitas lokal dapat dihadirkan dalam fasilitas transportasi yang terus berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan unsur budaya dalam desain stasiun tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter daerah kepada para pengguna kereta api.

Penataan Stasiun Cirebon juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata daerah. Sebagai salah satu pintu masuk bagi wisatawan yang menggunakan kereta api, stasiun memiliki posisi strategis dalam memberikan kesan awal tentang Kota Cirebon.

Kota Cirebon dikenal memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari keraton dan bangunan bersejarah, seni batik, kuliner khas, hingga tradisi budaya yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Dengan lingkungan stasiun yang semakin tertata dan identitas budaya yang diperkuat, pelanggan diharapkan dapat merasakan suasana khas Cirebon sejak pertama kali tiba.

“Kami melihat Stasiun Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Ketika wisatawan tiba, mereka tidak hanya datang ke sebuah tempat untuk melanjutkan perjalanan, tetapi juga mulai mengenal karakter Cirebon melalui suasana stasiunnya,” kata Muhibbuddin.

Menurutnya, stasiun dapat menjadi gerbang wisata yang memberikan kesan positif bagi pengunjung sekaligus mendorong ketertarikan mereka untuk menjelajahi berbagai destinasi di Cirebon dan sekitarnya.

Lebih lanjut, penataan ini mencerminkan komitmen KAI Daop 3 Cirebon dalam meningkatkan kualitas layanan dengan memperhatikan kenyamanan pelanggan, estetika ruang publik, pemanfaatan teknologi, serta pelestarian identitas budaya lokal.

KAI berharap Stasiun Cirebon semakin dikenal sebagai representasi wajah Kota Cirebon yang memadukan kenyamanan, modernitas, dan kekayaan budaya.

“Ke depan, kami berharap pelanggan membawa pulang kesan baik sejak pertama kali tiba, sekaligus semakin tertarik untuk menjelajahi destinasi wisata Cirebon dan sekitarnya. Dengan demikian, kehadiran stasiun dapat memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi perjalanan pelanggan, tetapi juga bagi perkembangan pariwisata dan kebanggaan daerah,” tutup Muhibbuddin.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini