Beranda Pemerintah Di PENAS Petani dan Nelayan 2026, Prabowo Optimistis Indonesia Capai Swasembada Pangan...

Di PENAS Petani dan Nelayan 2026, Prabowo Optimistis Indonesia Capai Swasembada Pangan dan Energi

0
7
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026. Foto: BPMI Setpres

INAPOS, GORONTALO.- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pangan dan energi nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Di hadapan ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai pembenahan guna mengatasi tantangan yang selama ini menghambat kemajuan bangsa. Menurutnya, salah satu hasil nyata yang mulai terlihat saat ini adalah keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara menegaskan bahwa pengalaman dunia menghadapi berbagai krisis, termasuk pandemi Covid-19, menjadi pelajaran penting mengenai arti strategis ketahanan pangan. Dalam situasi krisis global, negara-negara produsen pangan cenderung mengutamakan kebutuhan domestik sehingga pasokan pangan dunia menjadi terbatas.

“Sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan nyata yaitu swasembada pangan,” tegasnya kembali.

Menurut Presiden, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda. Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan sebagai garda terdepan ketahanan pangan Indonesia.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa capaian sektor pangan Indonesia mulai mendapat perhatian dunia internasional. Indonesia kini memiliki surplus sejumlah komoditas strategis, termasuk pupuk, sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan negara lain.

“Alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia, beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk, dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka. Saya bilang, jual, kirim ke mereka,” ungkap Presiden.

Selain Australia, sejumlah negara juga disebut mulai meminta pasokan beras dan jagung dari Indonesia. Menurut Prabowo, hal tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian nasional semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global.

Tidak hanya fokus pada ketahanan pangan, Presiden juga menegaskan target pemerintah untuk mencapai swasembada energi dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah peluncuran bahan bakar B50 pada Juli 2026, yang menggunakan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit.

“Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri dan kita akan menghemat banyak sekali,” kata Prabowo.

Ia optimistis Indonesia mampu mencapai swasembada energi dalam tiga hingga empat tahun mendatang sehingga tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar maupun energi dari luar negeri.

“Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, nelayan, buruh, ulama, santri, prajurit TNI, anggota Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini terus berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Menurutnya, persatuan dan kerja sama seluruh elemen bangsa menjadi modal utama untuk membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju, kuat, mandiri, dan sejahtera.

“Terima kasih. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Kuasa, selalu melindungi petani dan nelayan kita di mana pun saudara sedang berjuang,” pungkas Presiden Prabowo.

Reporter: Agus/BPMI Setpres 

Editor: Redaksi 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini