INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan bahan pangan yang mudah diakses masyarakat dengan harga terjangkau.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-599 yang digelar di Lapangan Bola Kesambi Dalam, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Cirebon bersama Bank Indonesia, Perum Bulog, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Beragam komoditas pangan disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras premium, beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, daging, hingga ikan segar. Selain itu, berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat juga dijual dengan harga yang lebih terjangkau guna membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pangan dengan harga yang wajar.
“Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi harga kebutuhan pokok di Kota Cirebon masih terpantau stabil dan kami berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan,” ujar Effendi Edo.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah. Pemerintah Kota Cirebon juga secara konsisten menghadirkan berbagai program pendukung lainnya, seperti Warung Peduli Inflasi dan Mobil Pangan Keliling yang menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pihak agar harga pangan tetap terkendali. Harapannya, masyarakat Kota Cirebon dapat terus memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan mendekatkan akses pangan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pengendalian harga di tingkat konsumen.
“Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tanpa harus membeli seluruh kebutuhannya di pasar. Dengan demikian, permintaan di pasar menjadi lebih seimbang dan harga komoditas juga lebih mudah dikendalikan,” jelas Elmi.
Ia memastikan bahwa kondisi ketersediaan pangan di Kota Cirebon saat ini berada dalam kondisi aman. Berdasarkan hasil pemantauan neraca pangan yang dilakukan secara berkala, stok berbagai komoditas strategis masih surplus dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami memiliki dua pasar induk yang menjadi penopang distribusi pangan, yaitu Pasar Pagi dan Pasar Jagasatru. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan. Secara umum stok di Kota Cirebon aman, bahkan untuk sejumlah komoditas masih surplus,” ungkapnya.
Elmi juga mengungkapkan bahwa sejumlah harga komoditas pangan mulai menunjukkan tren penurunan. Beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, dan telur kini berada pada kisaran harga yang lebih stabil. Sementara itu, harga bawang putih masih dipengaruhi faktor eksternal, termasuk biaya distribusi dan pasokan impor.
Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas harga pangan, DKP3 Kota Cirebon berencana menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah secara rutin setiap bulan. Selain itu, layanan Mobil Pangan Keliling (Maling Pangling) juga akan terus dioperasikan guna mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Gerakan Pangan Murah ini. Selain harganya berada di bawah harga pasar maupun harga eceran tertinggi, kualitas produk yang disediakan juga terjamin. Semakin mudah akses pangan masyarakat, semakin kuat pula upaya kita bersama dalam menjaga stabilitas harga di Kota Cirebon,” pungkasnya.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi









