Minggu, April 19, 2026

Masa aksi saat menyampaikan pendapat di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Kris
DaerahSosial

Aliansi Rakyat Pendidikan Desak Hentikan Pungli dan Bubarkan Komite Sekolah di Kota Cirebon

INAPOS, KOTA CIREBON.- Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Pendidikan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Rabu (30/7/25).

Mereka menuntut dihentikannya dugaan praktik pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah dan mendesak pembubaran komite sekolah yang dinilai menjadi sumber permasalahan.

Dalam aksinya, massa melakukan orasi secara bergantian di depan gerbang Disdik Kota Cirebon sambil membakar ban bekas sebagai simbol protes keras. Mereka menuntut agar oknum Disdik dan pihak sekolah yang terbukti melakukan pungli segera ditindak tegas.

Koordinator aksi, Tryas, menyebutkan hasil investigasi mereka menemukan indikasi pungli di berbagai sekolah di Kota Cirebon, salah satunya melalui penjualan seragam sekolah dengan harga yang dinilai tidak rasional.

“Hasil investigasi kami menunjukkan ada pungli yang mengatasnamakan komite sekolah. Salah satunya seragam yang dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp1 juta hingga Rp3 juta, yang sangat membebani orang tua,” ujarnya.

Selain pungli, Tryas menyoroti dugaan permainan dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) terkait zonasi. Banyak calon siswa yang tinggal dekat dengan sekolah justru tidak diterima, sedangkan siswa dari luar zona diterima.

“Ini jangan-jangan ada permainan oknum panitia SPMB. Aksi ini kami lakukan karena banyak curhatan dari orang tua siswa,” tegasnya.

Tryas menuntut praktik pungli segera dihentikan dan komite sekolah dibubarkan karena kerap dijadikan alasan untuk melakukan pungutan kepada orang tua murid.

Aksi unjuk rasa yang dijaga ketat aparat kepolisian ini sempat memanas, namun tetap berjalan tertib tanpa bentrokan. Hingga aksi berakhir, massa tidak berhasil bertemu dengan Kepala Disdik Kota Cirebon, Kadini, maupun perwakilannya.

“Kami akan menggelar aksi lebih besar pekan depan jika tuntutan ini tidak direspons,” ancam Tryas.

Sementara itu, wartawan yang berupaya mengonfirmasi Kadisdik juga tidak berhasil menemuinya. Menurut keterangan petugas Disdik, Kadini sedang tidak berada di kantor.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *