Rabu, April 29, 2026

Suasana di depan Pabrik Terasi Jaya Raya, Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, Sabtu (9/8/2025)
DaerahHeadline

Penjaga Malam Pabrik Terasi di Cirebon Tewas Tersengat Listrik Saat Bertugas

Cirebon, inapos.id – Suasana pagi di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, mendadak berubah menjadi duka, Sabtu (9/8/2025). Sakmin (72), seorang penjaga malam pabrik terasi Jaya Raya, ditemukan tak bernyawa di pos jaga tempatnya bekerja. Diduga kuat, pria sepuh itu meninggal dunia akibat tersengat listrik saat tengah bertugas.

Kapolsek Astanajapura, AKP Suwito, membenarkan peristiwa tersebut. Korban yang merupakan warga asli desa setempat, sudah bertahun-tahun bekerja sebagai penjaga malam di pabrik itu. Ia ditemukan oleh anaknya sendiri, Daimah, sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, tubuh Sakmin terbaring kaku di lantai pos jaga dengan kabel listrik melintang di atas tubuhnya.

“Yang meninggal ini warga Desa Kanci Kulon. Ditemukan oleh anaknya sekitar pukul 06.30 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” kata AKP Suwito.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengungkap kronologi yang mengarah pada dugaan kecelakaan kerja. Seorang tetangga korban, Tirjan, mengaku melihat kondisi pos jaga yang tidak biasa pada malam sebelum kejadian. Lampu di pos itu padam, sementara pintunya terbuka.

Namun, Tirjan tak menaruh curiga. Ia hanya melintas dan langsung pulang ke rumah. “Paginya kondisi masih sama. Saya lalu meminta anak korban untuk melihat ke dalam,” ujarnya.

Ketika Daimah memeriksa, pemandangan memilukan pun ia temukan. Sang ayah tergeletak tak bergerak, dengan kabel listrik yang masih terhubung ke stopkontak menindih tubuhnya.

Di lokasi, polisi menemukan obeng dan kabel rol. Dugaan sementara, Sakmin tengah memperbaiki kabel rol yang bermasalah. Nahas, saat memegang kabel yang masih bertegangan, aliran listrik langsung mengalir ke tubuhnya.

“Ada luka bakar di tubuh korban, tepatnya di bagian dada dan jari kelingking kiri. Ini menguatkan dugaan korban tersengat listrik,” jelas AKP Suwito.

Menurut Ketua RT 01 Desa Kanci Kulon, Umbara, Sakmin dikenal sebagai sosok yang tekun dan jarang mengeluh. Meski usianya sudah senja, ia masih semangat bekerja sebagai penjaga malam.

“Beliau sendiri yang meminta bekerja menjaga pabrik. Pihak pabrik lalu membuatkan pos jaga untuknya. Kesehariannya hanya bekerja malam hari, siang pulang ke rumah anaknya,” kata Umbara.

Pabrik terasi tempat Sakmin bertugas tidak beroperasi setiap hari. Produksi hanya dilakukan saat bahan baku tersedia atau stok habis. Itu berarti, di banyak malam, Sakmin menjaga sebuah pabrik yang sunyi.***(Din) 

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *