Beranda Uncategorized OJK dan BEI Resmikan Galeri Investasi di Untag Cirebon, Cetak Investor Muda...

OJK dan BEI Resmikan Galeri Investasi di Untag Cirebon, Cetak Investor Muda dan Cegah Investasi Bodong

0
18
Peresmian galeri investasi di UNTAG Cirebon. Kris

INAPOS, KOTA CIREBON.- Upaya meningkatkan literasi keuangan sekaligus membentengi generasi muda dari maraknya investasi bodong terus diperkuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Cirebon, Selasa (30/6/2026).

Peresmian berlangsung di depan ruang Galeri Investasi BEI Untag Cirebon yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Rektor Untag Cirebon, Kepala OJK Cirebon, perwakilan BEI, serta sejumlah mitra. Galeri tersebut mengusung slogan “Investasi Hari Ini, Masa Depan Negeri” sebagai simbol komitmen mencetak investor muda yang cerdas dan bertanggung jawab.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan kehadiran Galeri Investasi merupakan implementasi komitmen OJK dalam menjalankan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK), yang tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga edukasi, literasi, inklusi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan industri jasa keuangan.

“Sesuai dengan komitmen OJK sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang PPSK, OJK tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga edukasi, literasi, inklusi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan industri itu sendiri,” ujar Agus.

Menurutnya, keberadaan Galeri Investasi di lingkungan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengembangan pasar modal sekaligus melahirkan generasi investor baru yang memahami instrumen investasi legal.

“Ruangan ini bukan sekadar ruangan, tetapi menjadi jendela informasi dan Kawah Candradimuka bagi lahirnya investor-investor baru dan pebisnis muda yang melek keuangan,” katanya.

Agus menambahkan, mahasiswa yang memiliki pemahaman mengenai investasi akan mampu membedakan produk investasi legal dan ilegal, sehingga dapat membantu mencegah masyarakat menjadi korban investasi bodong.

“Mereka bisa mengingatkan teman-temannya agar tidak terjebak investasi ilegal, sekaligus mengajak untuk mulai berinvestasi pada instrumen yang legal dan diawasi OJK apabila memiliki dana lebih,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah investor pasar modal di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Bahkan saat ini, investor domestik telah mendominasi pasar modal nasional dibandingkan investor asing.

“Kami berharap akan lahir banyak investor andal dari Cirebon Raya yang nantinya mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Untag Cirebon, Dr. Erna, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Galeri Investasi yang dinilai akan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dari seluruh program studi.

“Kami sangat senang dengan peresmian ini. Galeri investasi ini bukan hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi, tetapi seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas dapat belajar dan bergabung di sini,” katanya.

Ke depan, Untag Cirebon juga berencana memperluas manfaat galeri investasi kepada kalangan pelajar SMA/SMK dan organisasi kepemudaan di wilayah Cirebon.

“Kami akan menggandeng SMA-SMK di Cirebon untuk belajar investasi bersama. Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan organisasi pemuda agar semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya investasi,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi investasi sejak usia muda sangat penting agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara produktif.

“Daripada uang digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, akan lebih baik jika mulai diinvestasikan secara bijak,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Wilayah 1 Bursa Efek Indonesia, Thasrif Muharfi, menjelaskan bahwa Galeri Investasi merupakan program nasional BEI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pasar modal melalui dunia pendidikan.

“Program ini bertujuan membangun awareness masyarakat terhadap pasar modal dengan memulai dari lingkungan kampus,” katanya.

Ia menilai mahasiswa perlu memahami mekanisme investasi beserta risiko yang melekat pada setiap instrumen keuangan agar mampu mengambil keputusan investasi secara tepat.

“Harapannya mahasiswa memahami pasar modal, mengenali risiko investasi, serta mampu menentukan keputusan investasi yang tepat di masa depan,” ujarnya.

Selain itu, pemahaman terhadap instrumen investasi legal dinilai menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah tergiur tawaran investasi ilegal.

“Mereka akan mengetahui instrumen investasi yang legal dan disiapkan pemerintah sehingga dapat terhindar dari investasi bodong,” tegasnya.

Thasrif juga mengungkapkan bahwa jumlah investor pasar modal Indonesia kini telah melampaui 28 juta investor dan didominasi kalangan muda berusia 17 hingga 25 tahun. Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan investor muda mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Dukungan terhadap pengembangan literasi pasar modal juga datang dari Head of Regional Management Division KISI Sekuritas, Agastya Yoga Swara. Menurutnya, Galeri Investasi menjadi sarana yang mampu menjembatani teori yang dipelajari mahasiswa di ruang kuliah dengan praktik langsung di dunia pasar modal.

“Kami bangga dapat berkontribusi dalam dunia akademik, khususnya pada pengembangan pasar modal. Semoga galeri investasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam sekaligus mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari secara benar,” ujarnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini