Minggu, Mei 10, 2026

Seorang warga sedang mengumpulkan aspal yang ambrol di ruas jalan Halimpu-Wangkelang.
DaerahHeadlineTrends Medsos

Jalan Hotmix Rp455 Juta di Cirebon Ambrol Sehari, ASPECS Bongkar Dugaan Proyek Asal-Asalan

Jalan Hotmix Rp455 Juta di Cirebon Ambrol Sehari, ASPECS Bongkar Dugaan Proyek Asal-Asalan

Inapos.id, Kab. Cirebon – Proyek Peningkatan Jalan Halimpu–Wangkelang di Desa Jatipancur, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, kembali membuka borok kualitas pembangunan infrastruktur daerah. Jalan hotmix yang dibiayai APBD Kabupaten Cirebon Tahun 2025 senilai Rp455.029.000 itu ambrol hanya sehari setelah dinyatakan rampung, memicu sorotan tajam publik.

Proyek ruas jalan kabupaten tersebut dikerjakan oleh CV Adi Jaya Mahawira dengan masa pelaksanaan 45 hari kalender. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan meliputi peningkatan jalan sepanjang 230 meter dengan lebar 3,50 meter. Namun fakta di lapangan menunjukkan hasil yang jauh dari harapan. Jalan yang seharusnya menopang mobilitas warga justru rusak dalam hitungan jam, menimbulkan kekecewaan dan keluhan masyarakat.

Ambrolnya jalan hotmix yang masih berusia sehari itu dinilai sebagai cerminan buruknya kualitas pekerjaan sekaligus indikasi lemahnya kontrol teknis. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran publik bahwa proyek infrastruktur kerap dikerjakan sekadar menggugurkan anggaran, bukan mengedepankan mutu dan keselamatan.

Sorotan keras datang dari Aliansi Peduli Cirebon Selatan (ASPECS). Ketua ASPECS, Ipoel, menilai kerusakan dini tersebut patut dicurigai dan tidak bisa dianggap sebagai persoalan teknis biasa.

“Baru sehari selesai dikerjakan tapi sudah rusak dan ambrol lagi, jelas ini ada yang tidak beres. Ini patut diduga ada sesuatu,” kecamnya. Minggu (11/1/2026)

Ipoel juga menyoroti peran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon yang dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan. Menurutnya, lemahnya pengawasan membuka ruang bagi kontraktor untuk mengabaikan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Kerusakan dini pada proyek jalan hotmix ini memperkuat dugaan bahwa kualitas tidak menjadi prioritas dalam pelaksanaan pembangunan. Alih-alih membawa manfaat, hasil proyek justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat,“ kata Ipoel.

ASPECS mendesak agar persoalan ini tidak berhenti pada sekadar perbaikan fisik. Ipoel menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek.

“Kami tidak ingin kejadian ini terus berulang. Harus ada langkah nyata dari pemerintah agar pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak DPUTR Kabupaten Cirebon belum memberikan keterangan resmi dan masih belum dapat dihubungi. Diamnya pihak terkait kian memperkuat tanda tanya publik atas akuntabilitas pengelolaan anggaran ratusan juta rupiah tersebut.

Reporter : Tim Redaksi

Editor : Tim Redaksi

51 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *