Beranda Ragam Pertamina Kilang Balongan Laksanakan Rescue Emergency Drill, Uji Evakuasi Pekerja dari Menara...

Pertamina Kilang Balongan Laksanakan Rescue Emergency Drill, Uji Evakuasi Pekerja dari Menara Flare

0
19
PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan kembali menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan kerja dengan menggelar Rescue Emergency Drill atau simulasi penyelamatan kondisi darurat di area objek vital nasional. Kris

INAPOS, INDRAMAYU.- PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan kembali menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan kerja dengan menggelar Rescue Emergency Drill atau simulasi penyelamatan kondisi darurat di area objek vital nasional, Rabu (1/7/2026). Simulasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan keandalan fasilitas dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan kilang.

Dalam skenario yang disiapkan, seorang pekerja digambarkan mengalami kondisi darurat medis saat melakukan pekerjaan di atas menara flare (obor pembakar). Proses evakuasi dilakukan menggunakan bantuan crane untuk menurunkan korban dari ketinggian menuju area aman secara cepat, tepat, dan terkendali.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) bagian Emergency & Insurance dengan melibatkan lintas fungsi, di antaranya tim Health (Medis), Maintenance Area, dan Engineering.

Section Head Emergency & Response Kilang Balongan, Nyono Safurun, mengatakan simulasi ini berhasil menguji lima aspek penting dalam sistem penanganan keadaan darurat perusahaan.

“Pertama, kami berhasil menguji validitas Emergency Response Plan (ERP), di mana response time penggelaran personel dan peralatan masih berada dalam koridor waktu aman untuk instalasi vital,” ujar Nyono.

Ia menjelaskan, capaian kedua adalah terbangunnya koordinasi lintas fungsi yang solid. Menurutnya, komando teknis dari tim HSSE, kesiapan mekanis crane oleh tim Maintenance dan Engineering, serta respons cepat tim medis mampu berjalan terintegrasi tanpa tumpang tindih tugas.

Selain itu, simulasi juga menguji kompetensi personel dalam melakukan high angle rescue atau penyelamatan di area berketinggian beserta kelayakan seluruh peralatan pendukung yang digunakan.

“Dari debriefing pasca-simulasi, kami juga dapat mengidentifikasi berbagai celah komunikasi maupun operasional yang menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan prosedur melalui continuous improvement,” jelasnya.

Nyono menambahkan, pelaksanaan simulasi secara rutin juga menjadi bagian dari penguatan manajemen risiko perusahaan.

“Kilang yang secara berkala menguji skenario ekstrem menunjukkan kematangan mitigasi risiko. Hal ini tidak hanya memenuhi regulasi ketenagakerjaan, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal terhadap tenaga kerja maupun aset perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balongan, Andromedo Cahyo Purnomo, menegaskan bahwa keselamatan manusia merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

“Melalui simulasi evakuasi pekerja di area flare ini, kami menguji secara nyata kecepatan respons tim di lapangan sekaligus memastikan koordinasi antarbagian berjalan optimal apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat yang sesungguhnya,” kata Andromedo.

Ia menambahkan, keterlibatan tim Maintenance Area dan Engineering sangat penting untuk memastikan crane dan seluruh lifting gear yang digunakan dalam proses evakuasi memenuhi standar sertifikasi keselamatan. Di sisi lain, tim Health bertanggung jawab memberikan pertolongan pertama kepada korban serta memastikan proses rujukan medis ke rumah sakit dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Reporter: Kris 

Editor: Redaksi 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini