Beranda Ragam Program Makan Gratis Justru Jadi Bom Waktu bagi Kekaisaran Romawi

Program Makan Gratis Justru Jadi Bom Waktu bagi Kekaisaran Romawi

0
16
Gandum di jaman Romawi (Wikidepdia)

Orang Romawi pernah merasakan kebijakan makan ratis. Namun di balik kebijakan tersebut ada niat politik terselubung dan justru menjadi bom waktu politik Kekaisaran Romawi.

Dikutip dari Sumber laman Nationalgeographic.co.id. Gandum merupakan makanan pokok di wilayah Romawi. Distribusi gandum, dengan demikian, adalah hal yang sangat penting untuk menjaga ketertiban sosial dan stabilitas politik di wilayah Romawi.

Pemerintah Romawi di era Republik awalnya menyediakan gandum dengan harga subsidi untuk rakyat. Namun, kebijakan itu berangsur menjadi gandum gratis demi menenangkan penduduk, mencegah keresahan, dan menjaga loyalitas hingga era Kekaisaran Romawi.

Dalam prosesnya, pengendalian sistem distribusi gandum gratis ini memberi para politisi hubungan langsung dengan massa perkotaan Roma. Para pemimpin popularis Romawi seperti Saturninus dan Clodius menggunakan sistem pembagian makanan gratis itu untuk memenangkan dukungan dari rakyat. Mereka menawarkan suap yang disamarkan sebagai bantuan sosial, dan memprovokasi saingan mereka di Senat.

Julius Caesar menggunakan pendekatan yang kurang radikal dan memperluas distribusi yang ada serta mengurangi jumlah penerima untuk mengelola biaya seraya mempertahankan popularitas.

Siapa pun yang menjamin pasokan makanan gratis akan memenangkan loyalitas rakyat. Sebaliknya, siapa pun yang gagal melakukannya berisiko menghadapi kekerasan massa, aib politik, atau yang lebih buruk.

Akibatnya, antrean gandum menjadi arena politik Romawi, tempat kebijakan dan propaganda bertabrakan di depan mata.

Jadi alat politik

Penulis History Skills memaparkan bahwapara politisi Romawi secara teratur menjanjikan pembagian makanan gratis yang lebih murah hati atau memperluas daftar penerima makanan gratis untuk meningkatkan popularitas mereka selama pemilihan atau untuk memperkuat aliansi.

“Sejak akhir periode Republik Romawi, tunjangan makanan gratis telah bergeser dari kebutuhan publik menjadi alat manipulasi massa dan pengaruh politik,” tulis penulis HistorySkillsdi lamanmereka.

Masalah menjadi makin pelik ketika kaisar dari Kekaisaran Romawi memperluas program pembagian gandum gratis untuk mencakup kota-kota tambahan. Kemudian,muncul juga kebijakan pembagian minyak zaitun gratis, yang dimulai pada masa kaisar seperti Nero.Namun,sesekali ada juga pembagian daging gratis. Akibatnya, beban anggaran negara jadi meningkat.

Sumber-sumber literatur terkadang mengaitkan Kaisar Aurelian dengan perluasan program makan gratis ini, meskipun perannya masih diperdebatkan.

Sejarah mencatat Kekaisaran Romawi pernah menerapakan kebijakan bagi-bagi makanan gratis kepada rakyatnya. Kebijakan ini dikenal sebagai Cura Annonae.Marie-Lan Nguyen/Public Domain

Sejarah mencatat Kekaisaran Romawi pernah menerapakan kebijakan bagi-bagi makanan gratis kepada rakyatnya. Kebijakan ini dikenal sebagai Cura Annonae.

Jatuhnya Kekaisaran Romawi

Meskipun program pembagian makanan gratis tidak secara langsung menyebabkan kejatuhan atau kehancuran Roma, program ini berkontribusi pada kelemahan sistem yang lebih besar.

Ketergantungan yang besar pada kesejahteraan yang dikelola negara menciptakan tuntutan fiskal yang tidak berkelanjutan.

Tim peneliti Tax Project menulis bahwa meskipun menjaga ketertiban umum, program makanan gratis ini menciptakan ketergantungan di antara penduduk, mengurangi insentif mereka untuk bekerja dan berkontribusi pada masyarakat.

Sumber : Nationalgeographic.co.id

Mereka menulis, “Ketergantungan ini melemahkan produktivitas ekonomi negara dan stabilitas secara keseluruhan, berperan dalam kejatuhan Kekaisaran Romawi.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini