
INAPOS, INDRAMAYU.- PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan bersama Project Refinery & Petrochemical (R&P) Balongan kembali menorehkan capaian strategis dengan menuntaskan proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) restorasi empat tangki penyimpanan minyak dan gas (Mogas) 42-T-301-E/F/G/H. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjamin keandalan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat.
Penyelesaian proyek tersebut ditandai dengan penandatanganan Final Acceptance (FA) Certificate yang dirangkaikan dengan kegiatan Management Walkthrough (MWT) untuk memastikan kesiapan operasional fasilitas dan aspek keselamatan kerja di lapangan.
Proyek restorasi yang dikerjakan selama 19 bulan ini dilaksanakan oleh Project R&P Balongan bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai mitra pelaksana. Restorasi total terhadap empat tangki Mogas tersebut berhasil mengembalikan keandalan fasilitas penyimpanan BBM di Kilang Balongan sehingga mampu mendukung keamanan pasokan energi nasional.
Prosesi serah terima dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung di Kantor Project R&P Balongan, yakni penyerahan dari PT WIKA yang diwakili Direktur Operasi 1 Hananto Aji kepada Project R&P Balongan yang diwakili Direktur Infrastruktur, Proyek & Asset Integrity, Setyo Pitoyo.
Selanjutnya, dilakukan serah terima dari Project R&P Balongan kepada pengguna aset, yakni RU Balongan, yang ditandatangani oleh Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, di Gedung Amanah RU Balongan pada Rabu (8/7/2026).
Dalam sambutannya, Yulianto Triwibowo menegaskan bahwa rampungnya restorasi empat tangki Mogas tersebut memiliki arti strategis bagi ketahanan energi Indonesia.
“Selesainya restorasi tangki 42-T-301-E/F/G/H ini sekaligus menjadi jawaban konkret Pertamina dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat cadangan energi nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beroperasinya kembali fasilitas penyimpanan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Gasoline Coverage untuk kebutuhan stok dan suplai RU Balongan, sehingga memperkuat ketahanan pasokan BBM nasional.
“Ini menjadi jaminan bahwa pasokan BBM nasional bagi masyarakat akan jauh lebih aman dan andal,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Infrastruktur, Proyek & Asset Integrity, Setyo Pitoyo, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan proyek strategis tersebut. Menurutnya, selain berhasil diselesaikan secara efisien, proyek ini juga memberikan kontribusi besar terhadap penggunaan produk dalam negeri dan keselamatan kerja.
Ia mengungkapkan, proyek restorasi ini mampu melampaui target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan capaian mencapai 58,2 persen, lebih tinggi dari komitmen awal sebesar 56,79 persen.
Selain itu, pada puncak pelaksanaan proyek per 10 April 2025, pekerjaan tersebut menyerap 442 tenaga kerja, yang seluruhnya merupakan pekerja dalam negeri.
“Seluruh pencapaian luar biasa ini juga berhasil diraih dengan catatan 1.054.721 jam kerja aman atau Zero Accident,” kata Setyo.
Pjs General Manager Project R&P Balongan, Ashabul Kahfi, menambahkan bahwa proyek restorasi berhasil diselesaikan dengan kinerja proyek yang sangat baik.
Menurutnya, proyek mencatat Schedule Performance Index (SPI) sebesar 1,0, yang menunjukkan pekerjaan selesai tepat waktu, serta Cost Performance Index (CPI) sebesar 1,77, yang berarti penyelesaian proyek dilakukan di bawah anggaran yang telah direncanakan.
“Proyek ini berhasil diselesaikan dengan prinsip operational excellence, tepat waktu, efisien, dan tetap mengedepankan kualitas serta keselamatan kerja,” jelas Ashabul.
Sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran proyek, Project R&P Balongan juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di Yayasan Al Firdaus, Tegal Sembadra, Kabupaten Indramayu.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi







