
INAPOS, JAKARTA.- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat proyek normalisasi Kali Ciliwung sebagai langkah strategis dalam mengurangi risiko banjir di Ibu Kota. Hingga saat ini, proses pembebasan lahan menunjukkan perkembangan signifikan dengan 62 bangunan telah berhasil dibebaskan dan dibongkar.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pembebasan lahan masih terus berlangsung terhadap 108 bangunan lainnya dan ditargetkan selesai pada akhir 2026.
“Alhamdulillah sudah selesai 62 bangunan. Dari target bidang yang ada di sini sebanyak 170, akhir tahun ini akan selesai sesuai target,” ujar Pramono saat meninjau progres pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/26).
Menurutnya, normalisasi Kali Ciliwung di segmen Cawang mencakup wilayah Rawajati, Pangadegan, Cawang, dan Cililitan. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kota Jakarta.
Pramono menjelaskan, proyek ini merupakan kelanjutan dari program normalisasi Kali Ciliwung yang sempat terhenti selama beberapa waktu. Ia optimistis proyek dapat berjalan sesuai rencana karena penetapan lokasi (penlok) telah ditandatangani.
“Mudah-mudahan akan terselesaikan karena penlok-nya juga sudah kami tanda tangani. Ini melanjutkan program normalisasi yang sempat terhenti lama,” katanya.
Melalui normalisasi tersebut, kapasitas Kali Ciliwung diharapkan meningkat sehingga mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi dan meminimalkan potensi banjir di kawasan sekitar.
Selain Kali Ciliwung, Pemprov DKI Jakarta juga akan melanjutkan proyek normalisasi di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama sebagai bagian dari program pengendalian banjir jangka menengah hingga panjang.
“Mudah-mudahan semuanya nanti di tahun 2029 bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Jakarta,” ujar Pramono.
Ia juga memastikan proses pembebasan lahan dilakukan secara transparan tanpa melibatkan perantara. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah membuka posko pengaduan untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan administrasi selama proses ganti rugi.
“Kalau selama ini ada pihak penghubung yang membantu, sekarang masyarakat bisa datang langsung ke posko dan akan dibantu sepenuhnya oleh BPN maupun Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengungkapkan bahwa dari total 170 bangunan yang menjadi target pembebasan di kawasan tersebut, sebanyak 62 rumah telah selesai menerima ganti rugi.
Ia menjelaskan, pembebasan lahan di Kelurahan Cawang mencakup dua wilayah rukun tetangga (RT), yakni RT 15 dan RT 02. Hingga akhir 2026, Dinas SDA menargetkan penyelesaian normalisasi sepanjang sekitar dua kilometer di kawasan Cawang, Rawajati, dan Pangadegan.
Untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar yang dialokasikan bagi pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Saat ini, penetapan lokasi telah diterbitkan untuk empat kelurahan, sementara 10 lokasi lainnya masih berada dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah. Dengan percepatan tersebut, Pemprov DKI berharap program pengendalian banjir dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta dalam beberapa tahun mendatang.
Reporter: Agus
Editor: RedaksiÂ







