Rabu, April 29, 2026

OJK Cirebon saat merilis perkembangan kinerja keuangan. Foto: Kris
DaerahEkonomi dan Bisnis

OJK Cirebon Layani 901 Konsultasi dan Pengaduan Konsumen pada Triwulan I 2026, Fintech Lending Tertinggi

INAPOS, KOTA CIREBON.- Otoritas Jasa Keuangan Cirebon mencatat telah memberikan sebanyak 901 layanan konsultasi dan pengaduan konsumen sepanjang Triwulan I Tahun 2026. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan dan edukasi di sektor jasa keuangan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan dari total layanan tersebut, mayoritas masyarakat datang langsung ke kantor OJK atau melalui layanan walk-in.

“Sebanyak 78,36 persen atau 706 layanan disampaikan secara langsung ke OJK Cirebon, sedangkan 21,64 persen atau 195 layanan disampaikan melalui surat maupun APPK,” ujarnya pada Rabu (29/4/26).

Secara sektoral, lima layanan konsultasi dan pengaduan tertinggi didominasi sektor fintech lending sebesar 32,85 persen atau 296 layanan. Posisi berikutnya ditempati pengaduan bank umum sebesar 32,52 persen atau 293 layanan.

Selanjutnya, kategori lain-lain tercatat sebesar 11,21 persen atau 101 layanan, diikuti pengaduan perusahaan pembiayaan sebesar 8,66 persen atau 78 layanan. Sementara pengaduan terkait BPR dan entitas ilegal masing-masing sebesar 6,33 persen atau 57 layanan.

Selain layanan konsultasi dan pengaduan, OJK Cirebon juga memproses 4.770 permintaan layanan SLIK debitur selama periode yang sama.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.021 permintaan diajukan secara offline atau walk-in, sedangkan 1.749 permintaan dilakukan secara online melalui situs iDebKu,” sebutnya.

Agus melanjutkan, berdasarkan jenis permasalahan yang dikonsultasikan maupun diadukan, persoalan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi yang tertinggi dengan 21,86 persen atau 197 layanan.

Kemudian disusul kasus penipuan sektor jasa keuangan sebesar 16,32 persen atau 147 layanan, penyalahgunaan data sebesar 9,66 persen atau 87 layanan, permasalahan lainnya sebesar 7,21 persen atau 65 layanan, serta permintaan keringanan sebesar 5,77 persen atau 52 layanan.

Dilihat dari status pekerjaan, layanan konsultasi dan pengaduan paling banyak berasal dari segmen pegawai swasta sebesar 30,08 persen atau 271 konsumen.

Selanjutnya disusul wirausaha 26,30 persen atau 237 konsumen, ibu rumah tangga 19,20 persen atau 173 konsumen, ASN/TNI/Polri 13,32 persen atau 120 konsumen, pelajar dan mahasiswa 5,66 persen atau 51 konsumen, pensiunan 3,22 persen atau 29 konsumen, serta kategori umum/lain-lain sebesar 2,22 persen atau 20 konsumen.

Dari sisi gender, layanan konsultasi dan pengaduan didominasi konsumen laki-laki sebesar 54,50 persen atau 491 orang. Sementara perempuan tercatat sebesar 45,50 persen atau 410 orang.

“Data ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat Cirebon terhadap pentingnya perlindungan konsumen serta akses informasi di sektor jasa keuangan,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

56 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *