Seorang Pelajar SMPN 9 Cirebon Alami Luka, Begini Penjelasan Wakasek
Seorang Pelajar SMPN 9 Cirebon Alami Luka, Begini Penjelasan Wakasek
INAPOS, CIREBON – Polemik antara guru dan siswa yang sempat menyita perhatian di SMPN 9 Kota Cirebon akhirnya berujung damai. Siswa yang sebelumnya mengalami luka lecet di bagian pelipis kini sudah kembali bersekolah seperti biasa.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 9 Cirebon, Annisa Septriani, memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui kesepakatan kedua belah pihak, yakni pihak guru dan keluarga korban.
“Anaknya juga emang pas kejadian juga gak terlalu yang gimana-gimana, cuman mungkin ngerasa sakit aja. Sehingga tidak berangkat setelah ini. Tapi, Anaknya ceria kok, udah berangkat sekolah sekarang,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, penanganan kasus ini langsung dilakukan oleh kepala sekolah, termasuk memberikan sanksi berupa peringatan kepada guru berinisial HS.
“Sudah ada penanganan langsung dari kepala sekolahnya juga. Mulai dari penilaian kinerjanya mungkin yang tadinya di atas jadi mungkin diturunkan. Sudah ditangani dan sudah dijelaskan oleh pihak keluarga siswanya,” terang Annisa.
Ia menegaskan, permasalahan tersebut kini telah tuntas tanpa menyisakan konflik. Pihak keluarga korban pun telah memberikan maaf, meski sempat ada tawaran biaya pengobatan dari pihak guru yang akhirnya ditolak.
“Memang dari pihak itu (HS,red) juga udah ngasih uang buat berobat, cuman kan dari pihak keluarga tidak mau menerima. Pihak keluarga cuma pengen pengklarifikasi aja gimana kayak gitu,” jelas Annisa.
Sebelumnya, insiden ini terjadi pada Rabu (22/4), saat seorang siswa kelas VII berinisial D mengalami luka lebam di bagian pelipis. Peristiwa bermula ketika korban bersama teman-temannya bermain bola di dalam kelas saat guru mata pelajaran tidak berada di tempat.
Tak lama kemudian, guru olahraga berinisial HS datang dan menegur siswa. Namun, insiden terjadi secara spontan saat terjadi kontak fisik yang mengakibatkan luka pada korban.
“Dia nanya bola, ya saya berikan. Kemudian saya didorong (kepala,red) hingga terkena kukunya di bagian kening, dan mata saya jadi lebam,” ujar siswa berinisial D.
Korban kemudian mendapat pertolongan pertama dari guru lain dengan membersihkan luka untuk menghentikan pendarahan.
Di sisi lain, guru HS juga telah menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak disengaja.
“Saya mohon maaf atas kejadian kemarin dengan siswa berinisial D. Itu bukan didorong, melainkan terkena kuku saya saat tangan saya bergerak (menonjok),” ujarnya.
Reporter : Didin
Editor : Tim Redaksi
Baca Juga : Siswa SMP di Cirebon Alami Luka Diduga Kena Pukul Guru, Insiden Berakhir Damai Tapi Picu Sorotan
