Pramono Anung Tekankan Sinkronisasi Pendidikan dan Tenaga Kerja untuk Wujudkan Jakarta Kota Global
INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya sinkronisasi antara sektor pendidikan dan tenaga kerja sebagai fondasi utama dalam mendorong transformasi Jakarta menjadi kota global yang kompetitif.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menutup acara Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) di Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jalan Dr. Sumarno No. 1, Pulo Gebang, Cakung, Selasa (5/5/26).
Dalam momentum yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buruh Internasional, Pramono menekankan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor ketenagakerjaan menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan sosial di ibu kota.
“Saya menganggap penting acara ini karena ini adalah perpaduan antara pendidikan, buruh, dan juga persoalan-persoalan riil yang ada di lapangan,” ujarnya.
Pramono juga menyoroti posisi Jakarta di tingkat global yang terus mengalami peningkatan. Ia menyebutkan, peringkat Jakarta sebagai kota global naik dari posisi 74 menjadi 71. Selain itu, Jakarta juga dinilai sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara dan menempati peringkat ke-17 dunia dalam hal infrastruktur transportasi.
Meski demikian, ia mengakui masih adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait ketimpangan ekonomi yang tercermin dalam angka gini rasio.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu. Sejumlah program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga kebijakan pemutihan ijazah menjadi langkah konkret yang terus diperkuat.
“Jakarta dalam hal ini, saya sebagai gubernur, berkomitmen betul untuk bisa memperbaiki terutama bagi kelompok masyarakat yang tidak beruntung,” tegasnya.
Pada tahun 2026 ini, Pemprov DKI juga telah menggratiskan pendidikan di 103 sekolah swasta sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan. Selain itu, program pemberangkatan ratusan lulusan SMK ke luar negeri turut menjadi prioritas untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja muda Jakarta di tingkat global.
Pramono pun mendorong agar program tersebut terus dilanjutkan dan diperluas. Ia meyakini, langkah ini akan membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMK untuk bersaing di pasar kerja internasional.
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah merancang program beasiswa serupa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang dikelola secara mandiri. Program ini ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri.
“Saya berharap ini segera bisa terealisasi. Ini sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak atau mahasiswa Jakarta untuk bisa sekolah di luar negeri menggunakan LPDP Jakarta,” pungkas Pramono.
Reporter: Agus
Editor: Redaksi Inapos
