Minggu, Mei 10, 2026

Senior Manager Operation and Manufacturing (SMOM) RU VI Balongan, Eko Nurcahyono pada kegiatan Grand Safety Talk Mogas yang digelar di Halaman HSSE Check Point RU VI Balongan. Foto: Hms
DaerahEkonomi dan Bisnis

Pertamina Kilang Balongan Perkuat Budaya K3, Tegaskan Stop Work Authority untuk Cegah Kecelakaan Kerja

INAPOS, INDRAMAYU.- Komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terus diperkuat PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan dengan mengkampanyekan pentingnya budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) kepada seluruh pekerja, mitra kerja, hingga kontraktor.

Upaya tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan Grand Safety Talk Mogas yang digelar di Halaman HSSE Check Point RU VI Balongan pada Senin (4/5/26). Dalam kegiatan ini, manajemen menekankan pentingnya implementasi kebijakan Stop Work Authority (SWA) secara konsisten di lingkungan kerja.

Senior Manager Operation and Manufacturing (SMOM) RU VI Balongan, Eko Nurcahyono, menjelaskan bahwa SWA merupakan hak setiap pekerja dan mitra kerja untuk menghentikan aktivitas apabila ditemukan kondisi tidak aman yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan manusia, lingkungan, aset, maupun operasional perusahaan.

“Saya tegaskan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk melakukan SWA tanpa terkecuali jika terdapat pekerjaan berpotensi risiko terhadap keselamatan dan operasi,” ujar Eko.

Ia menambahkan, keputusan untuk menghentikan pekerjaan sementara demi keselamatan merupakan langkah yang tepat. Bahkan, manajemen menjamin tidak akan ada sanksi bagi pekerja yang menjalankan SWA dengan itikad baik.

Sementara itu, General Manager Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa sebagian besar insiden kerja terjadi bukan karena kurangnya pengetahuan, melainkan akibat kelalaian, terburu-buru, atau mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan.

“Patuhi HSSE Golden Rules, yakni patuhi, intervensi, dan peduli. Safety adalah prioritas utama. Tidak ada pekerjaan yang begitu penting hingga harus mengorbankan keselamatan,” tegasnya.

Selain itu, Yulianto juga menyoroti pentingnya penerapan Buddy System, khususnya di area berisiko tinggi. Sistem ini mengharuskan pekerja untuk tidak bekerja sendirian, sehingga dapat saling mengingatkan dan memberikan bantuan dalam situasi darurat.

“Dengan adanya Buddy System, kita dapat meningkatkan kewaspadaan serta memastikan respons yang lebih cepat terhadap potensi bahaya,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

58 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *