Jumat, April 24, 2026

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin pada Pekan Agro Digital Inovasi (PADI) 2026 di Temanggung
DaerahPemerintah

Wagub Jateng Ajak Petani Muda Manfaatkan Teknologi

INAPOS, TEMANGGUNG.- Pekan Agro Digital Inovasi (PADI) 2026 kembali digelar di kawasan Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, pada 23–27 April 2026.

Kegiatan ini menjadi ajang strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian berbasis teknologi sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan pentingnya peran petani muda dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan nasional.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan PADI yang digagas oleh alumni Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan), yang dinilai berhasil mencetak petani muda berkualitas.

Menurut Yasin, keberadaan petani muda menjadi harapan besar bagi masa depan pertanian di Jawa Tengah. Berdasarkan data panitia PADI 2026, para alumni Bapeltan didominasi usia produktif, mulai dari 19 hingga di bawah 40 tahun.

“Artinya, Jawa Tengah tidak akan kehilangan para petaninya,” ujar Yasin saat menghadiri acara tersebut, Kamis (23/4/2026).

Untuk mendukung keberlanjutan acara ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana memasukkan PADI ke dalam kalender event pariwisata daerah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan pertanian modern kepada masyarakat luas.

Yasin berharap, wisatawan yang datang ke Jawa Tengah tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat merasakan langsung hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan yang dikembangkan secara modern.

“Harapannya, para wisatawan tidak hanya berwisata, tetapi juga belajar dan berinteraksi dengan sektor pertanian kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengungkapkan bahwa jumlah petani milenial di wilayahnya mencapai sekitar 625.000 orang atau 14,25 persen dari total 4,2 juta petani.

Pihaknya terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pertanian, seperti penggunaan Internet of Things (IoT), serta pengembangan konsep integrated farming yang menggabungkan sektor pertanian dan peternakan. Selain itu, keberadaan Balai Mekanisasi Pertanian juga dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi melalui penggunaan alat dan mesin modern, mulai dari cultivator hingga drone pertanian.

“Walaupun jumlahnya masih terbatas, sudah ada petani yang mulai menerapkan teknologi modern, dan kami akan terus mendorong penerapannya secara lebih luas,” jelasnya.

Ketua Panitia PADI 2026, Abdul Rosyid, menilai potensi petani muda di Jawa Tengah sangat besar. Ia mengajak generasi muda untuk tidak ragu menggeluti sektor pertanian yang kini semakin menjanjikan dengan dukungan teknologi.

Rosyid mencontohkan penerapan pertanian bawang modern yang ia lakukan di Demak. Dengan penggunaan alat seperti cultivator dan sprayer, produktivitas dapat meningkat signifikan.

“Memang investasi awal cukup besar, tetapi hasilnya bisa mencapai sekitar 15 ton per hektare, dibandingkan metode konvensional yang hanya sekitar 10 ton per hektare,” pungkasnya.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi Inapos 

63 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *