Pemprov DKI Jakarta Raih Penghargaan Inabuyer Expo 2026, Transaksi UMKM Tembus Rp13,7 Triliun
INAPOS, JAKARTA.- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meraih penghargaan sebagai Pemerintah Provinsi dengan Nilai Transaksi Usaha Mikro Kecil (UMK) Terbesar Tahun Anggaran 2025 dalam ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM melalui belanja dan pengadaan barang/jasa pemerintah.
Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mewakili Gubernur DKI Jakarta, di Gedung Smesco Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Ratu mengatakan, capaian tersebut menjadi hasil nyata dari sinergi berbagai perangkat daerah, pelaku usaha, hingga UMKM yang terus beradaptasi di tengah tantangan ekonomi.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa keberpihakan terhadap UMKM harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberi ruang lebih luas bagi produk lokal untuk berkembang dan masuk ke rantai pengadaan pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, nilai transaksi Pemprov DKI Jakarta tercatat mencapai Rp13,7 triliun sepanjang tahun 2025. Angka tersebut ditopang penguatan sistem pengadaan yang semakin inklusif terhadap produk UMKM lokal.
Salah satu langkah strategis yang diterapkan yakni melalui Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2023 tentang Transaksi e-purchasing dengan Usaha Mikro dan/atau Usaha Kecil melalui Sistem e-order.
Ratu menjelaskan, penguatan sektor UMKM dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses pembiayaan, pemasaran, peningkatan kualitas produk, pendampingan usaha, digitalisasi, legalitas usaha, penguatan koperasi, hingga perluasan akses dalam pengadaan pemerintah.
“Belanja pemerintah memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat. Ketika produk UMKM digunakan dalam pengadaan pemerintah, dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan penguatan usaha keluarga,” jelasnya.
Ia menambahkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menempatkan UMKM sebagai bagian penting dalam pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
“UMKM harus menjadi tuan rumah di kotanya sendiri. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus membuka peluang agar pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” tuturnya.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Ratu, akan terus memperkuat ekosistem UMKM sebagai fondasi ekonomi perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing.
“Dukungan terhadap UMKM diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih inklusif,” tandasnya.
Reporter: Agus
Editor: Redaksi Inapos
