Kamis, Mei 14, 2026

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengunjungi kediaman korban di Gang Lawanggede, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan. Foto: Kris
DaerahTNI / POLRI

AKBP Eko Iskandar Temui Korban Penyerangan Geng Motor di Pekalangan, Beri Dukungan dan Modal Usaha

INAPOS, KOTA CIREBON.- Trauma mendalam masih menyelimuti Ny. Waryu (60) dan putranya, Setiawan (31). Warung kelontong yang menjadi tumpuan hidup mereka hancur seketika akibat serangan brutal sekelompok berandal bermotor pada Minggu (3/5/2026) lalu.

Sejak insiden berdarah itu, pintu warung mereka tertutup rapat; rasa takut jauh lebih besar daripada kebutuhan ekonomi.

Merespons kondisi psikologis korban yang terguncang, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, turun langsung mengunjungi kediaman korban di Gang Lawanggede, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, pada Kamis siang (14/5/26).

Dalam suasana penuh kekeluargaan, AKBP Eko Iskandar yang didampingi Kasat Lantas AKP Hadi Suryanto, Kapolsek Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, dan Kasi Humas AKP M Aris Hermanto, tampak duduk lesehan di lantai rumah korban. Ia mendengarkan langsung kesaksian lirih Ny. Waryu yang masih gemetar saat mengenang detik-detik kelompok bersenjata tajam mengobrak-abrik usahanya.

“Sampai dengan hari ini, beliau masih mengalami trauma psikis sehingga belum berani berjualan kembali,” ujar AKBP Eko Iskandar kepada awak media.

Berita Terkait:

https://inapos.id/polisi-ringkus-6-anggota-geng-motor-penyerang-warung-di-kota-cirebon-dua-jadi-tersangka/

Kondisi keluarga ini kian memprihatinkan. Selain kehilangan mata pencaharian sementara, mereka ternyata masih dalam suasana duka yang mendalam. Ayah Setiawan baru saja meninggal dunia, belum genap 40 hari sebelum musibah penyerangan ini terjadi.

Setiawan menceritakan bahwa penyerangan tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa motif yang jelas. Saat itu, ia tengah menyeduh kopi untuk seorang pembeli.

“Tiba-tiba mereka berhenti dan langsung menyerang. Tidak ada masalah apa-apa sebelumnya. Mereka mengejar saya sambil membawa senjata tajam,” tutur Setiawan.

Karena terdesak, Setiawan berlari mencari bantuan warga. Namun, saat kembali, pemandangan memilukan menyambutnya: warung sudah hancur berantakan dan sebagian besar barang dagangan telah dijarah.

Kehadiran jajaran Polres Cirebon Kota bukan sekadar kunjungan formal. Selain memberikan bantuan materiil untuk modal usaha, Kapolres memberikan jaminan keamanan penuh agar keluarga korban berani kembali beraktivitas.

“Kami menjamin keamanan seluruh masyarakat Cirebon. Kami tidak akan memberikan ruang bagi aksi kriminal yang meresahkan masyarakat,” tegas AKBP Eko dengan nada bicara yang mantap.

Dukungan moral ini menjadi titik balik bagi Setiawan. Meski sang ibu masih dibayangi ketakutan, jaminan langsung dari orang nomor satu di kepolisian Cirebon Kota itu memberikan keberanian baru.

“Mungkin dengan adanya dukungan dari Pak Kapolres, saya siap berjualan lagi karena sudah dijamin keamanannya,” pungkas Setiawan.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *