Beranda Ragam KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Keandalan Prasarana, Pemeliharaan Jalur Rel dan Jembatan...

KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Keandalan Prasarana, Pemeliharaan Jalur Rel dan Jembatan Ditingkatkan

0
10

INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api melalui program pemeliharaan prasarana secara menyeluruh sepanjang Semester I Tahun 2026.

Berbagai pekerjaan preventif dan korektif dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur perkeretaapian tetap dalam kondisi optimal serta memenuhi standar keselamatan operasional.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menegaskan bahwa keberhasilan operasional kereta api tidak hanya ditentukan oleh kondisi sarana, tetapi juga bergantung pada kualitas prasarana yang menjadi penopang utama perjalanan kereta api setiap hari.

“Keselamatan perjalanan kereta api diawali dari prasarana yang terawat dengan baik. Karena itu, KAI Daop 3 Cirebon secara konsisten melaksanakan pemeliharaan yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis kondisi di lapangan agar seluruh lintas operasi tetap dalam kondisi laik. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” ujar Muhibbuddin pada Jum’at 18 Juli 2026.

Pemeliharaan yang dilakukan meliputi berbagai komponen vital, mulai dari jalan rel, wesel, jembatan, drainase, emplasemen stasiun, hingga pemeriksaan geometri jalur menggunakan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR). Pemanfaatan teknologi KPJR menjadi salah satu langkah modernisasi yang mampu mengukur kondisi geometri jalur secara presisi sekaligus mendukung pekerjaan penataan ballast dan koreksi posisi rel.

Dengan teknologi tersebut, berbagai potensi gangguan pada lintas kereta api dapat dideteksi lebih dini sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sebelum berdampak terhadap operasional perjalanan kereta api.

Sepanjang Semester I 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah melaksanakan pemeriksaan geometri jalur menggunakan KPJR sepanjang 126 kilometer. Selain itu, saat ini juga tengah dilakukan persiapan penyusunan rel untuk pemasangan rel tipe R.54 sepanjang 30.850 meter sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan lintas sekaligus memperpanjang usia layanan prasarana.

Upaya peningkatan kualitas jalur juga diwujudkan melalui penggantian 3.000 batang bantalan beton, serta persiapan penggantian 1.650 batang bantalan kayu menjadi bantalan sintetis pada jembatan. Penggunaan bantalan sintetis diharapkan mampu memberikan daya tahan lebih baik terhadap berbagai kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan keandalan konstruksi jembatan dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, sebanyak 20.000 unit penambat rel telah diganti untuk menjaga kestabilan konstruksi jalur. KAI Daop 3 Cirebon juga melakukan penambahan dan penataan ballast sebanyak 4.600 meter kubik (m³) guna memperkuat struktur jalan rel agar kualitas geometri lintas tetap terjaga.

Di sektor jembatan, pemeriksaan dan perawatan dilakukan terhadap 836 unit jembatan kelas 1, 2, dan 3 guna memastikan seluruh bangunan penunjang perjalanan kereta api berada dalam kondisi aman dan laik operasi.

Selain memanfaatkan teknologi modern, pengawasan kondisi lintas juga dilakukan secara langsung oleh petugas jalan rel melalui inspeksi rutin sebanyak dua kali setiap hari. Pemeriksaan berkala tersebut menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan.

Muhibbuddin menjelaskan, seluruh pekerjaan pemeliharaan dilaksanakan oleh petugas prasarana jalan dan rel dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja serta tidak mengganggu operasional perjalanan maupun pelayanan kepada pelanggan.

“Pemanfaatan teknologi seperti KPJR yang didukung kompetensi petugas prasarana di lapangan membuat proses pemeliharaan menjadi semakin efektif. Berbagai potensi gangguan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya dapat dilakukan secara preventif. Pendekatan ini menjadi salah satu strategi KAI untuk meningkatkan keandalan prasarana sekaligus menjaga ketepatan waktu perjalanan kereta api,” jelasnya.

Selain pemeliharaan rutin, KAI Daop 3 Cirebon juga terus melakukan evaluasi hasil inspeksi prasarana sebagai dasar penentuan prioritas penanganan berdasarkan tingkat risiko dan kondisi di lapangan. Pendekatan condition based maintenance ini memungkinkan sumber daya dialokasikan secara lebih efektif sehingga kualitas prasarana dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

“KAI Daop 3 Cirebon akan terus memperkuat kualitas pemeliharaan prasarana melalui modernisasi peralatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan teknologi yang semakin adaptif. Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan transportasi kereta api yang semakin aman, andal, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” tutup Muhibbuddin.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini