Beranda Ragam Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan Jadi Tulang Punggung Perawatan Mesin Jalan Rel...

Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan Jadi Tulang Punggung Perawatan Mesin Jalan Rel KAI di Pulau Jawa

0
14
Balai Yasa Mekanik Cirebon. Hms

INAPOS, KOTA CIREBON.- Di balik kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api di Pulau Jawa, terdapat peran penting Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan yang menjadi pusat perawatan mesin-mesin perawatan jalan rel milik PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dari fasilitas yang berada di Jalan Kesambi Nomor 2, Kota Cirebon ini, puluhan mesin dipastikan dalam kondisi prima sebelum kembali bertugas menjaga kualitas jalur rel di berbagai daerah operasi KAI.

Setiap hari, aktivitas di Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan dipenuhi suara mesin bubut, pengelasan, pemeriksaan sistem hidraulis, hingga pengujian berbagai komponen. Seluruh proses dilakukan secara teliti untuk memastikan setiap mesin memenuhi standar teknis dan siap mendukung pemeliharaan prasarana perkeretaapian.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa peran Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan sangat strategis dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api melalui perawatan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR).

“Perjalanan kereta api yang aman memerlukan kondisi rel yang stabil dan sesuai standar teknis. Mesin perawatan jalan rel membantu menjaga kondisi tersebut. Karena itu, setiap mesin perlu dipastikan andal sebelum kembali digunakan,” ujar Muhibbuddin pada Senin 20 Juli 2026.

Balai Yasa ini menangani berbagai jenis pekerjaan, mulai dari perawatan berkala, perawatan berat, perbaikan, pengujian fungsi, hingga peningkatan kemampuan teknis mesin perawatan jalan rel. Mesin-mesin tersebut memiliki fungsi penting, seperti mengangkat dan meluruskan rel, mengatur ketinggian jalur, memadatkan batu balas, membentuk profil batu balas, hingga menstabilkan jalur setelah proses pemeliharaan.

Muhibbuddin menjelaskan, ketika posisi rel mengalami perubahan akibat beban operasional maupun faktor lingkungan, mesin perawatan digunakan untuk mengembalikan geometri jalur sesuai standar teknis. Geometri tersebut meliputi kelurusan rel, elevasi, jarak antarrel, hingga kemiringan jalur.

Sepanjang tahun 2026, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan menargetkan perawatan terhadap 51 unit mesin perawatan jalan rel. Hingga 17 Juli 2026, sebanyak 22 unit atau 43,1 persen telah selesai menjalani perawatan, tujuh unit masih dalam proses, sementara 22 unit lainnya telah masuk jadwal perawatan berikutnya.

Beberapa jenis mesin yang dirawat di antaranya Multiple Tie Tamper (MTT) yang berfungsi mengangkat, meluruskan, sekaligus memadatkan jalan rel, serta Plasser Ballast Regulator (PBR) yang digunakan untuk merapikan dan membentuk profil batu balas di sekitar bantalan rel.

“Setiap mesin mempunyai fungsi yang berbeda. Ada mesin yang mengoreksi posisi rel, memadatkan batu balas, menata material di sekitar bantalan, dan membantu pekerjaan pada wesel. Seluruh fungsi tersebut saling mendukung agar jalur tetap aman dilewati kereta api,” jelas Muhibbuddin.

Mesin-mesin yang dirawat di Balai Yasa Cirebon Prujakan selanjutnya digunakan untuk mendukung pemeliharaan jalur di Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, hingga Daop 9 Jember. Cakupan tersebut menjadikan Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan sebagai salah satu fasilitas vital dalam mendukung pemeliharaan prasarana KAI di Pulau Jawa.

Dari sisi kinerja, Balai Yasa mencatat tren positif. Pada 2024 berhasil menyelesaikan 50 pekerjaan perawatan mesin, meningkat menjadi 53 pekerjaan pada 2025. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 22 pekerjaan telah rampung, sehingga total terdapat 125 penyelesaian pekerjaan perawatan sejak 2024.

Perawatan dilakukan melalui pola P12, P24, dan P48. P12 merupakan perawatan setiap 12 bulan, P24 setiap dua tahun, sedangkan P48 dilakukan setiap empat tahun dengan cakupan pemeriksaan yang lebih menyeluruh.

Setiap mesin menjalani pemeriksaan sistem mekanis, hidraulis, kelistrikan, pengereman, penggerak, hingga perangkat kerja. Lingkup pekerjaan disesuaikan dengan tipe mesin, usia, jam operasional, kondisi komponen, serta riwayat gangguan yang pernah terjadi.

Menariknya, mesin yang dirawat memiliki rentang usia yang sangat beragam, mulai produksi tahun 1984 hingga 2024. Sebanyak 23 unit berasal dari periode 1984–1994, delapan unit dari 2013–2015, dan 20 unit merupakan mesin generasi terbaru produksi 2020–2024.

Perbedaan teknologi tersebut menuntut kompetensi tinggi dari para teknisi. Mesin generasi lama membutuhkan ketelitian dalam pemeriksaan komponen dan penyesuaian suku cadang, sedangkan mesin terbaru dilengkapi sistem kontrol elektronik yang lebih modern dan kompleks.

“Keandalan mesin sangat bergantung pada ketelitian dan kompetensi pekerja. Setiap tahapan harus dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan awal, perbaikan komponen, pemasangan, hingga pengujian sebelum mesin dinyatakan siap digunakan,” kata Muhibbuddin.

Untuk menunjang proses perawatan, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti overhead crane, mesin bubut, mesin milling, forklift, hydraulic press, lifting jack, mesin pengisian nitrogen accumulator, scissor lift, hingga high-pressure washer.

Selain mengutamakan kualitas perawatan, Balai Yasa juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015. Komitmen terhadap lingkungan diwujudkan melalui pengelolaan limbah, instalasi pengolahan air limbah, penanaman pohon, revitalisasi taman, hingga pengembangan hidroponik.

Hingga April 2026, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan mencatat capaian membanggakan berupa nol kecelakaan kerja, nol pencemaran lingkungan, dan nol keterlambatan proses perawatan.

“Keselamatan perjalanan dibangun dari banyak pekerjaan yang berlangsung di belakang layar. Kesiapan rel di lapangan, keandalan mesin perawatan, kompetensi pekerja, serta disiplin dalam setiap proses menjadi bagian yang saling terhubung untuk menjaga perjalanan kereta api di seluruh Jawa,” tutup Muhibbuddin.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini